Tekanan Di China Makin Berat, Li Auto Alihkan Fokus Ke Eropa Dan Pasar Setir Kanan Asia

Li Auto sedang menyiapkan langkah yang lebih agresif di luar China untuk mengejar pertumbuhan baru. Di tengah persaingan domestik yang makin ketat dan tekanan kinerja yang belum reda, perusahaan ini mulai menata pasar Eropa, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Asia Tengah sebagai panggung berikutnya.

Langkah paling mencolok datang dari Eropa, yang disebut Li Auto sebagai pasar inti untuk tahap pertumbuhan berikutnya. Di kawasan itu, i6 akan menjadi model utama yang dipakai perusahaan untuk debut pada paruh kedua tahun ini.

Eropa jadi fokus utama ekspansi

Strategi menuju Eropa tidak hanya berhenti pada peluncuran produk. Li Auto juga mulai membangun dasar kehadiran merek lewat pusat riset dan pengembangan di Munich, Jerman, yang fokus mempelajari regulasi ketat serta kebutuhan pengguna di kawasan tersebut.

Presiden Li Auto, Ma Donghui, menyampaikan bahwa ekspansi luar negeri dipilih untuk merespons kompetisi domestik yang sangat ketat. Ia menyebut perusahaan juga menyiapkan penampilan yang lebih besar lewat Paris Motor Show 2026, yang akan menjadi ajang resmi pertama Li Auto di level otomotif internasional tertinggi di Eropa.

MEGA menyasar pasar setir kanan

Di Asia-Pasifik, Li Auto menyiapkan jalur yang berbeda melalui Li Mega MPV versi setir kanan. Model ini akan hadir di Hong Kong dan Singapura pada akhir tahun, dengan wilayah tersebut dipandang penting untuk mendorong penjualan global.

Perusahaan ingin memanfaatkan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas lewat model yang sudah disesuaikan untuk kebutuhan lokal. Li Auto juga menegaskan bahwa adaptasi regional akan dilakukan sejak tahap pengembangan, sehingga setiap model baru berikutnya bisa menyesuaikan regulasi luar negeri bersamaan dengan proses riset dan pengembangan.

Pendekatan tiap kawasan dibuat berbeda

Ekspansi internasional Li Auto tidak akan dijalankan dengan pola yang sama di semua pasar. Perusahaan akan memilih model operasi yang berbeda, mulai dari membentuk anak usaha hingga menunjuk distributor eksklusif, tergantung ukuran pasar dan tingkat persaingan.

Untuk membangun sistem layanan yang lengkap, Li Auto juga ingin mengandalkan mitra lokal yang kuat. Fokusnya mencakup penjualan, pengiriman, dan layanan purnajual agar ekspansi bisa bergerak lebih cepat dan lebih tertata.

Di Timur Tengah dan Asia Tengah, seri L dengan sistem extended-range akan menjadi penopang utama penjualan. Li L9 versi terbaru dijadwalkan hadir di wilayah itu pada kuartal ketiga tahun ini, dengan penyesuaian khusus untuk iklim panas.

Tekanan domestik masih membayangi

Percepatan ekspansi luar negeri muncul saat kondisi di China masih memberi tekanan besar. Pada kuartal pertama, Li Auto mencatat rugi bersih 2,3 miliar yuan atau sekitar $330 juta, berbalik dari laba bersih 647 juta yuan pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan kuartal pertama juga turun 11,4% secara tahunan menjadi 23,0 miliar yuan. Margin kotor ikut menyusut tajam ke 7,9% dari 20,5% setahun sebelumnya, terdorong perubahan bauran produk dan perang harga yang agresif di pasar domestik.

Dalam laporan yang sama, Li Auto menyebut ada peningkatan di sisi perangkat keras dan perangkat lunak pada Li L9 terbaru untuk pasar iklim panas, termasuk performa pengisian daya serta manajemen termal pendingin kabin. Untuk kuartal kedua, perusahaan memasang panduan pengiriman di kisaran 95.000 hingga 100.000 kendaraan.

Jejak ekspansi Li Auto sebenarnya sudah mulai terlihat sejak paruh pertama tahun ini. Pada April, perusahaan menandatangani perjanjian dealer di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, lalu mengumumkan rencana ekspansi ke Kamboja, Laos, Makau, dan Myanmar.

Source: cnevpost.com

Baca Juga

Back to top button