Tekanan Pasar Menyisih, Maybank Indonesia Tetap Kantongi PBT Rp397 Miliar dan NPL Membaik

Di tengah pasar keuangan yang masih bergejolak, Maybank Indonesia justru berhasil menjaga kualitas kinerja dan menekan risiko. Pada kuartal I/2026, bank ini membukukan laba sebelum pajak atau PBT sebesar Rp397 miliar, dengan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali atau PATAMI mencapai Rp299 miliar.

Pencapaian itu ditopang oleh penurunan beban pencadangan yang tajam serta perbaikan kualitas aset. Di saat yang sama, bank tetap menjaga pendapatan bunga bersih atau NII naik 2,1% menjadi Rp1,81 triliun, meski pendapatan non-bunga tertekan oleh volatilitas pasar.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyebut kinerja awal tahun masih dipengaruhi tekanan geopolitik global dan gejolak pasar. Karena itu, perseroan menyesuaikan ekspektasi dan tetap fokus menangkap peluang pertumbuhan di segmen ritel, non-ritel, korporasi, serta Perbankan Syariah.

Tekanan pasar juga memukul aktivitas trading surat berharga dan valuta asing di Global Markets. Pendapatan fee non-GM ikut turun, walau fee Premier Wealth tumbuh 20,0%, sehingga pendapatan non-bunga atau NOII terkoreksi 29,6% menjadi Rp402 miliar.

Meski begitu, Gross Operating Income tetap tercatat Rp2,22 triliun. Angka itu lebih rendah dibanding Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu, tetapi laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP masih berada di level Rp523 miliar.

Beban operasional naik 4,5% seiring aktivitas bisnis yang tetap berjalan. Namun tekanan tersebut teredam oleh penurunan beban pencadangan sebesar 47,9% menjadi Rp123 miliar, yang oleh perseroan dikaitkan dengan kualitas aset yang membaik dan penerapan manajemen risiko yang pruden.

Di sisi pembiayaan, segmen Community Financial Services atau CFS menunjukkan pertumbuhan yang solid. Kredit non-ritel CFS naik 7,1% menjadi Rp39,89 triliun, ditopang oleh Business Banking yang tumbuh 15,6% dan SME+ yang meningkat 12,3%.

Kredit ritel CFS juga bergerak naik 4,1% berkat pembiayaan otomotif dan kredit konsumer. Secara keseluruhan, kredit CFS tumbuh 5,4% menjadi Rp88,33 triliun, sementara total kredit yang disalurkan tercatat relatif stabil di Rp121,99 triliun hingga Maret 2026.

Pendanaan dan likuiditas tetap terjaga

Dari sisi pendanaan, total aset Maybank Indonesia mencapai Rp192,17 triliun atau naik 1,2%. Simpanan nasabah ikut bertambah 6,1% menjadi Rp118,35 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 37,5%.

Porsi dana murah juga membaik. Rasio CASA naik menjadi 61,2% dari 53,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan strategi bank dalam mengoptimalkan biaya dana berjalan lebih efektif.

Posisi permodalan bank masih sangat kuat. Capital Adequacy Ratio atau CAR berada di 26,3%, sedangkan Common Equity Tier 1 atau CET1 tercatat 25,2%.

Likuiditas pun tetap sehat. Loan-to-Deposit Ratio bank-only berada di 85,5%, Liquidity Coverage Ratio mencapai 146,2%, dan Net Stable Funding Ratio tercatat 112,4%.

Bisnis syariah memberi sokongan tambahan

Unit syariah ikut menjadi penopang penting di tengah tekanan pasar. Total pembiayaan syariah tumbuh 10,4% menjadi Rp32,23 triliun, dengan kontribusi dari pembiayaan CFS Syariah yang naik 10,4% dan GB Syariah yang meningkat 10,3%.

Pembiayaan ritel syariah tumbuh 12,5%, terutama dari pembiayaan properti. Sementara itu, pembiayaan korporasi GB-LLC melonjak 30,2%, memperlihatkan kontribusi yang makin besar dari sisi korporasi.

Porsi pembiayaan syariah kini menyumbang 30,2% terhadap total portofolio pembiayaan bank. Dari sisi aset, unit syariah berkontribusi 24,5% terhadap total aset Maybank Indonesia.

Dana simpanan perbankan syariah juga tumbuh 7,5% menjadi Rp35,50 triliun. Rasio CASA syariah naik ke 69,1% dari 57,6% pada Maret 2025, sementara kualitas aset membaik dengan NPF gross 2,2% dan NPF net 1,5%.

PPOP perbankan syariah meningkat 20,9% berkat kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil dan pertumbuhan fee. Beban pencadangan syariah turun 69,8%, dan PBT unit ini tercatat Rp226 miliar, naik 52,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Steffano menyebut bank akan terus menangkap peluang pertumbuhan melalui ekosistem Whole of Maybank. Ia juga menegaskan penguatan bisnis inti akan mengikuti strategi ROAR30 Maybank Group.

Source: finansial.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button