Telinga Kanan Berdenging Tak Selalu Tanda Baik, Bisa Jadi Gejala Tinnitus yang Perlu Diperiksa

Keluhan telinga kanan berdenging sering membuat orang langsung mengaitkannya dengan pertanda tertentu. Di masyarakat, kondisi ini memang lekat dengan mitos tentang kabar baik, rezeki, atau tanda ada yang sedang membicarakan.

Namun dari sudut pandang kesehatan, denging pada telinga justru lebih sering berkaitan dengan tinnitus. Kondisi ini perlu diperhatikan karena pada sebagian orang, keluhan tersebut muncul akibat gangguan yang sederhana, tetapi pada sebagian lain bisa menandakan masalah yang lebih serius.

Tinnitus dan bunyi yang muncul tanpa sumber luar

Tinnitus adalah keadaan ketika telinga menangkap bunyi berdenging, berdesing, atau suara lain tanpa ada sumber suara dari luar. Keluhan ini bisa muncul tanpa tanda tambahan yang jelas dan sering kali tidak tergolong berbahaya.

Meski begitu, tinnitus dapat mengganggu aktivitas harian jika datang berulang atau berlangsung lama. Karena itu, penyebabnya tetap perlu dicari agar penanganannya lebih tepat.

Penyebab yang paling sering memicu denging

Salah satu pemicu yang umum adalah penumpukan kotoran telinga. Kondisi ini dapat menimbulkan gatal, nyeri, gangguan pendengaran, dan denging pada telinga.

Paparan suara keras juga sering berperan. Penggunaan headset atau earphone terlalu sering dapat merusak sel-sel rambut di telinga, sementara suara di atas 80 dB sudah berisiko bagi kesehatan telinga.

Infeksi telinga akibat virus atau bakteri juga dapat memicu keluhan serupa. Pada kondisi ini, tekanan di telinga tengah bisa meningkat dan biasanya disertai nyeri atau penurunan pendengaran sementara.

Faktor lain yang ikut berhubungan

Sinusitis dapat membuat cairan menumpuk di area telinga dan memunculkan denging. Saat saluran Eustachius tersumbat, aliran dan tekanan di telinga menjadi tidak normal.

Perubahan tekanan udara juga dapat memicu keluhan yang sama. Kondisi ini bisa muncul ketika naik pesawat, mendaki gunung, atau menyelam, terutama bila perubahan berlangsung terlalu cepat sehingga gendang telinga ikut tertekan dan mengalami cedera.

Cedera pada kepala atau leher juga perlu diwaspadai. Gangguan tersebut dapat memengaruhi saraf pendengaran atau cara otak memproses suara, lalu menimbulkan denging pada telinga.

Kondisi kesehatan yang perlu dicermati

Risiko tinnitus cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Perubahan pada telinga bagian dalam dan sistem saraf dapat membuat telinga berdenging menjadi tanda awal penurunan pendengaran terkait usia.

Beberapa obat tertentu juga dapat memicu keluhan ini. Antibiotik tertentu atau obat tekanan darah tinggi dalam dosis tinggi disebut bisa merusak saraf pendengaran, sehingga riwayat penggunaan obat penting untuk diperiksa ketika gejala muncul.

Penyakit Meniere’s juga termasuk penyebab yang patut diperhatikan. Kondisi ini terjadi karena penumpukan cairan di telinga dalam dan dapat menimbulkan pusing, telinga berdenging, serta gangguan pendengaran yang datang mendadak dan berulang.

Gangguan pada sendi pun dapat berkaitan dengan denging di telinga kanan. Peradangan di area ini dapat memengaruhi gendang telinga atau saraf pendengaran, dan sering disertai ketegangan atau nyeri rahang.

Mitos yang masih bertahan di masyarakat

Di tengah berbagai penjelasan medis itu, makna telinga kanan berdenging masih sering dikaitkan dengan primbon, Islam, dan kepercayaan lokal. Ada yang percaya bahwa kondisi ini berarti ada orang yang membicarakan, akan datang kabar baik, atau berkaitan dengan keberuntungan.

Kepercayaan tersebut memang populer, tetapi tidak menjelaskan sebab kesehatan di balik keluhan itu. Karena itu, perhatian utama sebaiknya tetap diarahkan pada gejala yang muncul dan kemungkinan gangguan pada sistem pendengaran.

Kapan pemeriksaan perlu dilakukan

Telinga berdenging tidak selalu menandakan kondisi berbahaya. Namun, bila keluhan muncul berulang atau disertai nyeri, gangguan pendengaran, atau pusing, pemeriksaan medis perlu dilakukan.

Pemeriksaan dapat membantu membedakan apakah penyebabnya hanya kotoran telinga atau masalah yang lebih kompleks. Dengan begitu, keluhan yang tampak ringan bisa dipantau lebih tepat sebelum menjadi gangguan yang menetap.

Source: lifestyle.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button