Jalur pegunungan Jawa Tengah menjadi tempat yang paling cepat memperlihatkan karakter Wuling Eksion PHEV. Saat rute mulai dipenuhi tanjakan, turunan, dan kendaraan lambat di jalan dua arah, tenaga instan dari motor listriknya langsung memberi rasa lebih percaya diri saat menyalip.
Pengalaman itu muncul dalam perjalanan lintas kota dari Jakarta menuju Yogyakarta. Rute sepanjang lebih dari 550 kilometer ini melewati kawasan perkotaan, jalan nasional, serta lintasan pegunungan melalui Purwokerto, Wonosobo, Temanggung, hingga Magelang.
Respons tenaga yang langsung terasa
Di balik kemudinya, karakter elektrifikasi Eksion terasa sejak awal perjalanan. Motor listrik 145 kW memberi respons cepat setiap pedal akselerator diinjak, sehingga mobil melesat tanpa jeda yang terasa saat dibutuhkan tenaga tambahan.
Situasi itu paling membantu ketika mobil harus menyalip kendaraan lain di jalan nasional maupun di jalur pegunungan. Kondisi lalu lintas yang tidak selalu lengang membuat respons cepat tersebut menjadi nilai yang paling mudah dirasakan oleh pengemudi.
Di ruas menuju Wonosobo dan Temanggung, kehadiran truk atau kendaraan yang berjalan lambat membuat momen menyalip harus dilakukan dengan lebih cermat. Pada situasi seperti itu, dorongan tenaga dari sistem elektrifikasi memberi ruang gerak yang lebih meyakinkan.
Kerja sistem hybrid berlangsung otomatis
Keunggulan tersebut datang dari kombinasi mesin 1.5 liter dedicated hybrid engine, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Seluruh komponen ini membuat mobil bisa bergerak dalam mode EV, hybrid seri, maupun hybrid paralel sesuai kebutuhan.
Selama perjalanan, mode Hybrid disebut sebagai pengaturan yang paling praktis. Pengemudi tidak perlu memikirkan kapan motor listrik atau mesin bensin bekerja karena perpindahannya berlangsung otomatis dan terasa halus dari balik kemudi.
Karakter itu membuat perjalanan jauh tetap terasa rileks meski mobil terus berganti kondisi jalan. Transisi antarsistem tidak mengganggu ritme berkendara dan justru mendukung kenyamanan di rute panjang.
Efisiensi tetap terjaga di jalur menantang
Selain tenaga instan, Eksion juga menunjukkan sisi efisien yang menarik di rute pegunungan. Meski melintasi jalur dengan elevasi yang menantang, indikator bahan bakar masih menyisakan cadangan yang melimpah saat rombongan tiba di Yogyakarta.
Kondisi itu menegaskan daya tarik utama teknologi plug-in hybrid. Mobil ini menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas mobil bermesin bensin dalam satu paket.
Kenyamanan kabin ikut membantu perjalanan panjang
Kabin juga berperan besar dalam menjaga kenyamanan selama lintasan panjang. Kursi terasa empuk untuk digunakan berjam-jam, sementara ventilated seat, panoramic sunroof, dan pengaturan kursi elektrik membantu penumpang tetap nyaman.
Karakter ini membuat Eksion lebih cocok diposisikan sebagai kendaraan keluarga untuk perjalanan jauh. Kenyamanan menjadi fokus utama, bukan kesan berkendara yang agresif.
Tetap ada batas saat masuk tikungan tajam
Meski tenaganya meyakinkan, Eksion masih memperlihatkan catatan ketika diajak melewati tikungan tajam. Bobot kendaraan yang cukup besar masih terasa saat mobil masuk ke jalur pegunungan.
Suspensinya juga cenderung mengutamakan kenyamanan keluarga dibanding sensasi sporty. Karena itu, body roll masih muncul saat mobil dibawa bermanuver lebih agresif di jalan berkelok.
Dimensi bodinya yang besar ikut menuntut adaptasi di beberapa ruas pegunungan yang sempit. Hal itu terasa terutama saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, meski karakter tersebut tetap sejalan dengan fungsinya sebagai SUV keluarga tujuh penumpang.
Dari Jakarta hingga Yogyakarta, perjalanan melewati Purwokerto, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang memperlihatkan satu hal yang paling menonjol dari Wuling Eksion. Tenaga instan menjadi nilai utama yang paling terasa saat tanjakan dan momen menyalip di jalur pegunungan.
Source: wartaekonomi.co.id