Tensor G5 Tertinggal di Lini CPU, Chip Murah MediaTek Justru Lebih Baru dan Lebih Efisien

Di tengah persaingan chip ponsel, kejutan justru datang dari kelas terjangkau. MediaTek lewat Dimensity 7500 membawa inti CPU yang lebih baru daripada Tensor G5 milik Google yang dipakai di Pixel 10, sesuatu yang membuat batas antara chip murah dan chip flagship terlihat makin tipis.

Perbedaan ini menarik karena Tensor G5 tetap diposisikan sebagai silikon premium, sementara Dimensity 7500 ditujukan untuk ponsel budget. Namun, dalam hal modernisasi arsitektur CPU, MediaTek terlihat bergerak lebih berani daripada Google.

Lompatan CPU yang paling mencolok

Dimensity 7500 dibuat dengan proses 4nm dan hadir sebagai penyegaran penting untuk lini Dimensity 7000. MediaTek membekalinya dengan CPU octa-core yang terdiri dari empat inti Arm C1-Pro 2,6GHz dan empat inti Arm C1-Nano 2GHz.

Susunan ini menjadi perubahan besar dibanding Dimensity 7400 dan 7300 yang masih memakai Cortex-A78 dan Cortex-A55. Artinya, peningkatan di kelas menengah-bawah MediaTek kini terasa lebih serius dan tidak lagi setengah hati.

Tensor G5 di Pixel 10 masih memakai satu Cortex-X4 3,78GHz, lima Cortex-A725 3,05GHz, dan dua Cortex-A520 2,25GHz. Konfigurasi tersebut tetap memberi kekuatan di performa single-core berkat Cortex-X4 dan clock yang tinggi.

Meski begitu, penggunaan inti menengah dan inti hemat daya yang lebih baru pada Dimensity 7500 membuka peluang jarak performa menyempit di sejumlah skenario. Dalam pemakaian harian, selisih antara chip budget dan chip flagship bisa jadi tidak sejauh yang dibayangkan.

Efisiensi menjadi senjata lain

MediaTek juga menaruh perhatian besar pada efisiensi daya. Arm sebelumnya menyebut inti C1-Nano 26% lebih efisien, sehingga perangkat berbasis Dimensity 7500 berpotensi lebih hemat daya pada beban kerja tertentu.

Dari sudut pandang Google, situasi ini kurang menguntungkan. Jika chip murah bisa tampil lebih modern di sisi CPU sekaligus menjanjikan efisiensi lebih baik, posisi Tensor G5 sebagai chip premium ikut dipertanyakan.

MediaTek menyatakan Dimensity 7500 menawarkan video transcoding 68% lebih cepat. Perusahaan itu juga menyebut perpindahan aplikasi 30% lebih cepat dan instalasi aplikasi 11% lebih cepat.

Untuk efisiensi, MediaTek mengklaim aplikasi populer bisa 5% hingga 9% lebih hemat. Game populer disebut mendapat peningkatan efisiensi 4% hingga 7%, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada implementasi masing-masing ponsel.

Grafis belum jadi fokus utama

Di sektor grafis, Dimensity 7500 memakai Arm Mali-G625 MC2. GPU ini pada dasarnya adalah versi yang sangat dipangkas dari Immortalis-G925, dengan shader core jauh lebih sedikit dan tanpa fitur penting seperti ray tracing.

MediaTek belum mengungkap angka peningkatan gaming secara spesifik untuk chip ini. Meski demikian, GPU baru tersebut tetap diperkirakan menjadi peningkatan yang solid dibanding Mali-G615 MC2 pada generasi sebelumnya.

Walau begitu, sektor grafis tampaknya masih menjadi wilayah yang lebih kuat bagi Tensor G5. Pixel 10 dengan GPU PowerVR DXT-48-1536 diperkirakan tetap unggul jauh dibanding ponsel berbasis Dimensity 7300 dan 7400.

AI, konektivitas, dan kemampuan lain

Untuk AI, MediaTek menyematkan NPU 850 yang disebut menawarkan performa dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Chip ini mendukung pengenalan suara di perangkat, speech-to-text, text-to-speech, ringkasan notifikasi, dan smart replies.

Belum ada kepastian apakah chip ini mendukung Gemini Nano. MediaTek juga belum memberi konfirmasi soal itu.

Di sisi konektivitas, Dimensity 7500 membawa modem Release 17 dengan kecepatan puncak 5,2Gbps. Fiturnya juga mencakup Bluetooth 5.4, long-range Bluetooth hingga sekitar 1 km, dan Wi-Fi 6E.

Untuk multimedia, chip ini mendukung perekaman video 4K HDR. MediaTek juga menyebut dukungan kamera 200MP 14-bit serta layar sekunder beresolusi lebih tinggi, yang bisa berguna untuk perangkat lipat.

Belum ada pengumuman resmi soal ponsel pertama yang akan memakai Dimensity 7500. Namun, riwayat lini ini menunjukkan bahwa sebagian perangkat berbasis chip tersebut bisa hadir di bawah $400, sehingga tekanan terhadap Google tidak hanya datang dari kelas flagship, tetapi juga dari segmen yang jauh lebih murah.

Source: www.androidauthority.com

Baca Juga

Back to top button