Kedudukan Indonesia melawan Taiwan di laga penentu juara Grup C Piala Uber sempat membuat situasi menegang. Di Forum Horsens, Denmark, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum akhirnya muncul sebagai pasangan yang menjaga peluang tim Merah Putih tetap terbuka setelah menundukkan Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun.
Kemenangan itu membawa Indonesia kembali sejajar 2-2 dan memaksa duel berlanjut ke partai kelima. Hasil tersebut juga menutup rangkaian tekanan yang sempat hadir setelah Indonesia unggul lebih dulu lalu tertinggal 1-2.
Awal bagus yang sempat terganggu
Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan modal yang meyakinkan. Putri Kusuma Wardani tampil solid saat menghadapi Chiu Pin-Chian dan berhasil memberi angka pertama untuk Indonesia lewat kemenangan dua gim langsung.
Keunggulan awal itu sempat menciptakan harapan besar bagi tim Merah Putih. Namun, kondisi berubah setelah dua laga berikutnya berpihak kepada Taiwan dan membuat kedudukan berbalik.
Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal menjaga momentum di sektor ganda putri. Setelah itu, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga harus mengakui keunggulan lawan, sehingga Indonesia berada dalam posisi tertinggal 1-2.
Rachel dan Febi menjawab tekanan
Di tengah situasi yang menuntut hasil, Rachel dan Febi turun ke lapangan dengan beban besar. Gim pertama berjalan sulit bagi pasangan Indonesia karena mereka langsung tertinggal jauh 0-6 dan kesulitan keluar dari tekanan lawan.
Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun bermain lebih rapi pada awal laga. Banyak kesalahan sendiri membuat Rachel dan Febi kehilangan gim pembuka dengan skor 11-21.
Namun, respons keduanya pada gim kedua mengubah jalannya pertandingan. Rachel dan Febi tampil lebih sabar, lebih teratur dalam membangun reli, dan sempat memimpin 11-9 saat interval.
Pertarungan di gim kedua berlangsung sangat ketat hingga skor 20-20. Pada momen penting itu, pasangan Indonesia tetap tenang dan berhasil menutup gim dengan kemenangan 22-20.
Gim penentuan berjalan satu arah
Hasil pada gim kedua menjadi titik balik yang penting bagi Rachel dan Febi. Setelah memaksa laga berlanjut ke gim ketiga, mereka tampil jauh lebih percaya diri dan lebih dominan dalam mengendalikan permainan.
Pada gim penentu, Rachel dan Febi mengatur tempo dengan lebih baik. Dropshot tajam dan reli efektif membuat pasangan Taiwan sulit berkembang, sementara angka terus mengalir ke pihak Indonesia.
Dominasi itu terlihat jelas dari skor 21-6 pada gim ketiga. Dari awal hingga akhir gim penentu, Rachel dan Febi tidak memberi banyak ruang kepada lawan untuk mengembangkan permainan.
Partai kelima kembali menentukan nasib Indonesia
Kemenangan Rachel dan Febi bukan hanya menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil tersebut juga memastikan Indonesia masih memiliki peluang untuk merebut status juara Grup C lewat partai kelima.
Setelah momentum berbalik, Ester Nurumi Tri Wardoyo menjadi tumpuan berikutnya. Ia dijadwalkan menghadapi Huang Yu-Hsun untuk menentukan hasil akhir pertemuan Indonesia melawan Taiwan.
Dalam konteks pertandingan yang sempat berjalan berat, kemenangan Rachel dan Febi menjadi dorongan penting bagi Indonesia. Ketahanan mental, kesabaran, dan kemampuan bangkit saat tertinggal membuat peluang tim Merah Putih tetap hidup sampai laga penentu.





