Tiga Gangguan yang Membuat Claude Code Terlihat Menurun, Anthropic Akhirnya Mengoreksi Sumbernya

Keluhan tentang Claude Code yang terasa makin lambat dan kurang tajam sempat menyebar luas di kalangan pengguna. Di sejumlah forum, layanan bantu coding dari Anthropic itu bahkan disebut “broken” dan “unusable” karena dianggap makin sulit mengikuti konteks serta instruksi.

Penilaian itu sempat memunculkan dugaan bahwa kualitas Claude Code memang sengaja diturunkan. Namun Anthropic menegaskan hal tersebut bukan kebijakan yang disengaja, melainkan dampak dari tiga masalah terpisah yang saling bertumpuk dan akhirnya memengaruhi pengalaman pengguna secara nyata.

Keluhan datang dari banyak arah

Komentar negatif tentang Claude Code muncul di X dan Reddit dalam beberapa pekan. Sejumlah pengguna menggambarkan alat itu seperti asisten yang bekerja di luar arahan, sehingga hasil kerjanya terasa tidak konsisten.

Keluhan seperti itu dinilai serius karena Claude Code memang dipakai untuk menulis, menyusun, dan merevisi kode dalam jumlah besar hanya dari satu prompt. Saat performanya turun sedikit saja, alur kerja pengembang bisa langsung terganggu.

Anthropic menyebut laporan-laporan tersebut ditanggapi sangat serius. Boris Cherny, kepala Claude Code, mengatakan proses mencari akar masalah menjadi salah satu investigasi paling kompleks yang pernah dihadapi tim.

Kombinasi tiga perubahan jadi sumber masalah

Menurut Anthropic, penurunan performa tidak disebabkan satu titik kegagalan saja. Perusahaan menemukan ada tiga perubahan berbeda yang memengaruhi Claude Code, Claude Agent SDK, dan Claude Cowork.

Anthropic juga menegaskan bahwa API serta lapisan inference tidak terdampak. Artinya, gangguan itu tidak terjadi merata di seluruh produk perusahaan, melainkan muncul pada bagian-bagian tertentu yang digunakan untuk menjalankan layanan terkait.

Penalaran default sempat diturunkan

Salah satu sumber gangguan muncul dari perubahan pada 4 Maret. Saat itu, Anthropic mengubah pengaturan reasoning default Claude Code dari “high” menjadi “medium”.

Tujuannya adalah mempercepat respons. Namun sebagian pengguna justru merasakan kemampuan berpikir model ikut menurun karena level penalaran yang lebih rendah bisa menghasilkan jawaban yang terasa lebih dangkal saat membaca instruksi yang rumit.

Anthropic sendiri mengakui bahwa pengguna lebih menyukai setelan bawaan dengan kecerdasan lebih tinggi. Effort yang lebih rendah dinilai baru cocok saat tugas yang dikerjakan tergolong sederhana.

Bug memori membuat Claude terlihat pelupa

Masalah berikutnya datang dari perubahan pada 26 Maret. Anthropic menjelaskan ada mekanisme yang seharusnya menghapus “older thinking” dari sesi yang menganggur lebih dari satu jam.

Namun, bug membuat proses itu terus berulang pada setiap giliran percakapan. Akibatnya, Claude terlihat seperti kehilangan konteks, mengulang penjelasan, atau melupakan arahan yang sebelumnya sudah diberikan.

Dalam konteks pemrograman, kondisi seperti ini sangat mengganggu. Saat konteks sesi tidak utuh, model bisa mengikuti jalur yang melenceng dari batasan awal dan menghasilkan implementasi yang tidak sesuai kebutuhan.

Respons yang lebih singkat juga ikut berdampak

Perubahan ketiga muncul pada 16 April, ketika Anthropic mengurangi tingkat “verbosity” atau panjang-rinci respons Claude. Secara teori, langkah ini membuat jawaban lebih ringkas.

Masalahnya, Anthropic mengakui kombinasi perubahan tersebut dengan prompt lain justru merusak kualitas coding. Bagi pengguna teknis, jawaban yang terlalu pendek dapat menjadi persoalan karena penjelasan penting bisa hilang, asumsi tidak disebutkan, atau pertimbangan yang dibutuhkan tidak ikut muncul.

Pada tugas yang lebih kompleks, detail seperti itu sering menentukan hasil akhir. Karena itu, perubahan gaya jawaban yang tampak sederhana ternyata bisa berdampak langsung pada akurasi dan kegunaan output.

Mengapa sebagian pengguna merasa normal, sementara yang lain tidak

Anthropic menjelaskan bahwa efek dari tiga perubahan itu tidak muncul dengan pola yang sama pada semua pengguna. Setiap perubahan memengaruhi kelompok trafik yang berbeda dan berjalan pada waktu yang berbeda pula.

Itulah sebabnya ada pengguna yang masih merasa Claude Code bekerja normal, sementara pengguna lain menilai layanan tersebut nyaris tidak bisa dipakai. Gejalanya memang beragam, tetapi sumber gangguannya berasal dari kombinasi perubahan produk dan bug yang saling menumpuk di belakang layar.

Saat ini, Anthropic menyatakan ketiga masalah tersebut sudah diperbaiki. Perusahaan juga mereset limit seluruh pengguna agar akses layanan kembali lebih longgar sambil memulihkan kepercayaan terhadap performa Claude Code.

Source: www.indiatoday.in

Baca Juga

Back to top button