Wuling Eksion langsung menarik perhatian karena hadir bukan hanya sebagai SUV keluarga 7 penumpang, tetapi juga membawa dua jalur elektrifikasi sekaligus dalam satu lini. Di pasar yang makin ramai oleh model listrik, kombinasi EV murni dan PHEV membuatnya punya daya tarik berbeda bagi konsumen yang ingin memilih antara efisiensi harian dan fleksibilitas perjalanan jauh.
Posisi itu makin kuat karena estimasi harga model 2026 sudah diumumkan dalam rentang Rp 389.000.000 sampai Rp 499.000.000 untuk empat varian. Harga tersebut merupakan OTR Jakarta dan disebut mengacu pada situs resmi Wuling Indonesia, meski tetap dapat berubah mengikuti kebijakan dealer dan wilayah.
Empat varian dengan dua pilihan teknologi
Wuling membagi Eksion ke dalam empat varian dengan komposisi yang jelas antara EV dan PHEV. Varian termurah adalah EV CE dengan harga Rp 389.000.000, disusul PHEV CE Rp 449.000.000, lalu EV EX Rp 459.000.000, dan PHEV EX sebagai varian tertinggi di Rp 499.000.000.
Skema ini membuat Eksion tampil sebagai model yang tidak sekadar menawarkan satu jenis penggerak. Wuling juga memperkenalkan mobil ini sebagai SUV medium keluarga pertama di Indonesia yang menyediakan EV dan PHEV dalam satu lini produk.
Pilihan EV dan PHEV sama-sama diarahkan ke jarak tempuh
Di sisi EV, Eksion dibekali motor listrik 150 kW atau 201 hp dengan torsi 310 Nm. Tenaganya berasal dari baterai 69,2 kWh yang diklaim mampu menempuh hingga 530 km berdasarkan standar CLTC.
Sementara itu, versi PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dedicated hybrid engine dan baterai 20,5 kWh. Model ini disebut bisa berjalan 125 km dalam mode listrik murni dan memiliki total jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km.
Perbedaan teknis lain juga terlihat pada sistem penggeraknya. Varian PHEV memakai Dedicated Hybrid Transmission atau DHT, sedangkan varian EV menggunakan transmisi otomatis single reduction gear.
Tiga baris kursi untuk kebutuhan keluarga
Sebagai SUV tujuh penumpang, Eksion memakai konfigurasi tiga baris kursi. Dimensinya tercatat 4.745 mm x 1.850 mm x 1.755 mm dengan jarak sumbu roda 2.810 mm, yang mendukung ruang kabin lebih lega untuk kebutuhan keluarga.
Interiornya mengusung perpaduan warna walnut brown dan carbon black. Wuling juga menambahkan panel soft-touch agar kabin terasa lebih premium saat dipakai harian maupun ketika menempuh perjalanan jauh.
Kenyamanan penumpang depan ikut diperhatikan melalui ventilated seats. Pada tipe tertentu, kursi pengemudi mendapat pengaturan elektrik enam arah, sementara kursi penumpang depan tersedia pengaturan elektrik empat arah.
Untuk membantu kabin tetap senyap, Wuling menyematkan soundproof double glass. Fitur ini ditujukan agar perjalanan jauh terasa lebih tenang saat mobil melaju.
Desain dibedakan lewat ciri EV dan PHEV
Eksion membawa bahasa desain Muscular Flowline yang menonjolkan kesan kokoh sekaligus modern. Lampu depan dan belakangnya membentuk pola huruf “X” yang menjadi identitas visual model ini.
Perbedaan EV dan PHEV juga terlihat pada bagian wajah mobil. PHEV memakai honeycomb grille, sedangkan EV tampil dengan aerodynamic bumper yang lebih tertutup.
Mobil ini menggunakan machined alloy wheels 18 inci. Untuk varian EX, tersedia juga pilihan warna two-tone dan Panoramic Sunroof.
Teknologi kabin dan fitur keselamatan ikut dibawa
Di bagian teknologi, Eksion dibekali Wuling Interconnected Smart Ecosystem. Paket ini mencakup Internet of Vehicle atau IoV dan Wuling Indonesian Voice Command (WIND).
Pengaturan utama dan informasi kendaraan dipusatkan lewat layar kontrol 12,8 inci serta panel instrumen TFT 8,8 inci. Kombinasi keduanya menjadi pusat kendali fitur penting sekaligus pemantauan mobil.
Untuk keselamatan aktif, Wuling menyiapkan paket ADAS yang berisi Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, dan Blind Spot Detection. Paket ini ditujukan untuk membantu pengemudi saat perjalanan harian maupun antar kota.
Eksion juga didukung suspensi depan MacPherson Strut, suspensi belakang Multi-Link Independent, rem cakram di semua roda, baterai Lithium Ferro-Phosphate atau LFP, serta pengisian daya DC Fast Charging dengan konektor CCS2. Dengan susunan itu, Eksion diarahkan ke konsumen keluarga yang ingin memilih antara EV murni atau PHEV dengan fleksibilitas jarak tempuh lebih dari 1.000 km.





