Barcelona boleh saja terus memantau Alessandro Bastoni, tetapi Inter Milan belum menunjukkan tanda sedikit pun akan membuka pintu negosiasi. Posisi Nerazzurri terlihat kuat karena sang bek tengah masih terikat kontrak dua tahun lagi dan disebut masih nyaman bertahan di Giuseppe Meazza.
Situasi itu membuat minat Barcelona belum otomatis berubah menjadi langkah nyata. Klub asal Catalonia tersebut memang sedang mencari tambahan bek tengah untuk memperkuat lini belakang, tetapi Inter berada dalam posisi tawar yang lebih aman.
Inter merasa tenang menjaga Bastoni
Presiden Inter, Beppe Marotta, menegaskan bahwa klubnya tidak melihat adanya dorongan dari Bastoni untuk pergi. Ia menyebut pemain berusia 27 tahun itu masih berkomitmen penuh bersama tim dan klub pun senang mempertahankannya.
“Sekarang ini, Bastoni itu pemain kami, dia pengin bertahan, dan kami merasa senang menjaga dia bersama kami,” ujar Marotta kepada Radio Rai. Pernyataan itu mempertegas bahwa Inter belum punya alasan untuk melepas salah satu pilar utamanya di lini belakang.
Dengan sisa kontrak yang masih dua tahun, Inter tidak berada dalam tekanan untuk menjual. Kondisi ini memberi ruang bagi klub untuk mempertahankan kendali penuh atas masa depan Bastoni, meski sorotan dari luar terus mengikutinya.
Barcelona tetap mengincar, tetapi harga jadi penghalang
Barcelona menilai Bastoni sebagai salah satu opsi menonjol untuk proyek musim depan. Nama bek asal Italia itu masuk radar karena kebutuhan klub untuk memperdalam sektor pertahanan masih terasa, walau mereka sudah memiliki Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Ronald Araujo.
Masalah utama ada pada banderol yang dipasang Inter. Klub Serie A itu disebut mematok harga 70 juta euro, angka yang dianggap terlalu tinggi untuk kondisi finansial Barcelona saat ini.
Karena itu, peluang transfer Bastoni ke Spanyol belum terlihat mudah. Ketertarikan memang ada, tetapi harga dan posisi kontrak membuat Inter berada di kursi yang jauh lebih nyaman dalam negosiasi.
Sorotan publik tidak mengubah pandangan Inter
Rumor soal masa depan Bastoni juga muncul di tengah sorotan publik yang sempat mengarah kepadanya di Italia. Ia disebut sempat mempertimbangkan peluang pindah ke Spanyol karena tekanan yang muncul setelah aksi diving saat melawan Juventus dan kritik usai kegagalan tim nasional Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Marotta justru memberi pembelaan kepada bek andalannya itu. Ia menilai Bastoni adalah pemain berbakat yang hanya kurang beruntung dalam beberapa insiden tertentu.
“Dia itu pemain berbakat. Dia memang kurang beruntung di beberapa insiden tertentu, dan dia bertanggung jawab atas diving naifnya di laga Inter-Juve. Dia yang pertama menyadarinya,” kata Marotta.
Pembelaan tersebut menunjukkan bahwa Inter tidak hanya melihat Bastoni sebagai aset teknis, tetapi juga sebagai pemain yang masih punya ruang berkembang secara mental. Klub tampaknya masih percaya sang bek bisa terus naik level di panggung tertinggi.
Bukan hanya Barcelona yang mengawasi
Barcelona bukan satu-satunya klub besar yang memantau situasi Bastoni. Marotta menyebut ada beberapa klub terbesar dan paling prestisius di Eropa yang juga memperhatikan perkembangannya.
“Dia itu seorang pemenang yang hebat, dan beberapa klub terbesar dan paling prestisius di Eropa memantau dia, termasuk Barcelona. Namun, kabar ini belum pasti,” lanjut Marotta.
Kondisi itu membuat nilai Bastoni semakin menonjol di pasar. Namun selama Inter tetap kukuh pada sikapnya dan sang pemain tidak menunjukkan keinginan pergi, Barcelona tampaknya harus bersabar lebih lama jika ingin membawa pulang bek tersebut ke Spanyol.





