Vivo X500 Pro Max mulai mencuri perhatian bukan karena desainnya, melainkan karena arah pengembangan kameranya yang tampak sangat serius. Bocoran yang beredar menunjukkan ponsel ini sedang disiapkan untuk menonjol di sektor zoom dan pemotretan malam.
Susunan kameranya disebut terdiri dari tiga sensor, yakni 50MP, 50MP, dan 200MP. Fokus paling besar ada pada kamera periskop 200MP yang memakai sensor 1/1,4 inci, sehingga perangkat ini berpotensi membawa lompatan besar untuk pemotretan jarak jauh dan kondisi cahaya rendah.
Informasi tersebut datang dari pembocor yang dikenal akurat, Digital Chat Station. Ia juga menyebut bahwa seri Vivo X500 kemungkinan akan meluncur pada September, sementara varian Pro Max diposisikan sebagai tambahan baru di dalam keluarga tersebut.
Walau begitu, susunan kamera yang beredar belum bersifat final. Perangkat ini masih berada dalam tahap pengujian, sehingga Vivo masih punya ruang untuk mengubah komposisi sensor sebelum masuk pasar.
Di bagian kamera utama, prototipe rekayasa Vivo X500 Pro Max disebut memakai sensor Sony LOFIC 50 megapiksel. Sensor ini berukuran 1/1,28 inci dan umumnya memberi keuntungan pada tangkapan cahaya serta detail foto.
Digital Chat Station tidak menyebut nama sensor itu secara spesifik. Namun, bocoran tersebut mengarah pada kemungkinan penggunaan sensor Sony LYT-838 yang belum resmi diumumkan.
Periskop 200MP jadi sorotan utama
Kehadiran kamera periskop 200 megapiksel menjadi poin paling menonjol dari bocoran ini. Sensor 1/1,4 inci yang disematkan di modul tersebut dinilai bisa memberi peningkatan besar pada kualitas zoom sekaligus hasil foto malam.
Penggunaan sensor besar di kamera periskop juga menunjukkan bahwa Vivo tidak sekadar mengejar angka resolusi. Pendekatan itu mengarah pada upaya meningkatkan kualitas telefoto agar lebih kompetitif di kelas ponsel premium.
Sektor ultra-wide pun belum sepenuhnya dipastikan. Vivo masih mengevaluasi sensor 50 megapiksel dari seri IMX8 dengan ukuran menengah, meski opsi sensor 50 megapiksel yang lebih kecil tetap terbuka.
Karena perangkat ini masih dalam pengembangan, susunan akhir kamera ultra-wide masih bisa berubah. Bagian tersebut menjadi salah satu elemen yang paling mungkin mengalami revisi sebelum peluncuran resmi.
Spesifikasi lain ikut mengarah ke kelas flagship
Di luar kamera, Vivo X500 Pro Max juga disebut membawa layar datar 6,85 inci buatan BOE. Panel ini dikabarkan memakai teknologi LIPO serta mendukung resolusi 2K dan refresh rate 144Hz.
Kombinasi tersebut menempatkan perangkat ini di kelas atas untuk kebutuhan visual dan animasi yang mulus. Dari sisi performa, ponsel ini diperkirakan mengandalkan chip Dimensity 9600-series berbasis proses 2nm.
Detail model chipsetnya memang belum diungkap. Namun, kelas chipset yang disebut sudah cukup untuk memberi gambaran bahwa Vivo menyiapkan perangkat ini sebagai flagship generasi baru.
Baterainya juga disebut sangat besar untuk ukuran ponsel premium, yakni sekitar 8.000mAh. Kapasitas itu bisa menjadi salah satu daya tarik utama jika tetap dipertahankan pada versi final.
Meski begitu, kemampuan pengisian dayanya belum diungkap. Belum ada informasi mengenai kecepatan pengisian kabel maupun dukungan pengisian nirkabel pada perangkat ini.
Arah software masih menunggu kepastian
Untuk perangkat lunaknya, Vivo X500 Pro Max diperkirakan hadir dengan Android 17 dan OriginOS 7 langsung dari boks. Jika bocoran ini akurat, Vivo tampak ingin menyeimbangkan pembaruan perangkat keras dengan sistem operasi terbaru.
Kehadiran OriginOS 7 juga menunjukkan bahwa Vivo kemungkinan tetap mempertahankan pendekatan antarmuka khasnya pada flagship berikutnya. Seperti elemen lain yang masih diuji, detail final software tetap menunggu pengumuman resmi.
Dari seluruh bocoran yang muncul, sistem kamera tetap menjadi daya tarik paling kuat. Jika kombinasi 50MP utama, 50MP ultra-wide, dan 200MP periskop itu dipertahankan, Vivo X500 Pro Max berpeluang menjadi salah satu ponsel paling ambisius Vivo untuk fotografi mobile.
Source: www.gizmochina.com




