Gelar Proliga 2026 Milik Jakarta Pertamina Enduro, Gresik Phonska Takluk 0-3 di Final

Jakarta Pertamina Enduro menutup final Proliga 2026 dengan hasil meyakinkan setelah meredam Gresik Phonska Plus 3-0 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Kemenangan itu sekaligus memastikan gelar juara bagi tim putri JPE yang tampil stabil dari awal hingga akhir laga.

Hasil tersebut melengkapi keunggulan yang sudah mereka pegang sejak leg pertama. Saat itu, Jakarta Pertamina Enduro juga menang atas lawan yang sama dengan skor 3-1, sehingga mereka datang ke partai puncak dengan modal yang sangat kuat.

Kendali laga sejak awal

Di pertandingan final, Jakarta Pertamina Enduro langsung menunjukkan permainan rapi dan disiplin. Mereka menjaga ritme dengan baik dan tidak memberi banyak ruang bagi Gresik Phonska Plus untuk berkembang.

Set pertama ditutup JPE dengan skor 25-19. Memasuki set berikutnya, pertandingan memang berlangsung lebih ketat, tetapi JPE tetap mampu mempertahankan keunggulan dan menang 25-23.

Pada set ketiga, pola permainan tidak banyak berubah. Jakarta Pertamina Enduro kembali memegang kendali sampai laga selesai dengan skor 25-21.

Skor akhir itu menunjukkan bahwa JPE tidak hanya unggul dalam kualitas permainan. Mereka juga tampil lebih matang dalam mengelola momentum saat laga memasuki fase-fase penting.

Pemain kunci dan permainan kolektif

Keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro sepanjang musim ditopang komposisi tim yang seimbang. Megawati Hangestri menjadi salah satu figur penting, sementara dua pemain asing, Voronkova dan Wilmai Salas, ikut memberi kontribusi besar.

Kombinasi pemain lokal dan asing membuat serangan JPE lebih beragam. Situasi itu juga membuat lawan lebih sulit membaca arah permainan mereka dari satu set ke set lain.

Selain variasi serangan, JPE terlihat solid saat membangun poin dan saat harus menghadapi tekanan. Keseimbangan ini menjadi salah satu pembeda utama yang menjaga performa mereka tetap stabil sampai partai final.

Megawati juga menekankan pentingnya kerja sama tim setelah pertandingan berakhir. Ia menilai seluruh pemain menjalankan peran masing-masing dengan baik dalam laga penentu gelar.

“Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus,” ujarnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa gelar juara ini lahir dari kerja kolektif, bukan hanya dari satu nama besar.

Kesabaran yang menentukan

Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bullent Karsioglu, menilai kesabaran menjadi kunci dalam keberhasilan timnya merebut trofi. Ia menyebut para pemain mampu tetap tenang pada momen krusial dan menunggu saat yang tepat untuk menekan.

“Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini,” kata Bullent dalam keterangan tertulisnya. Penilaian itu sejalan dengan jalannya pertandingan yang memperlihatkan JPE tetap terkontrol meski sempat mendapat perlawanan lebih kuat di set kedua.

Pengakuan dari lawan

Di kubu Gresik Phonska Plus, hasil final membuat mereka harus puas menjadi runner-up. Tim itu juga membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 250 juta.

Pelatih Gresik Phonska Plus, Alessandro Lodi, mengakui kualitas lawan dan menilai Jakarta Pertamina Enduro memang layak berada di posisi juara. “Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik,” kata Lodi.

Ia juga menyebut timnya sudah berusaha memperbaiki permainan. Namun, untuk menandingi JPE, dibutuhkan performa yang sangat tinggi.

Gelar keempat dalam sejarah klub

Trofi Proliga 2026 menjadi gelar keempat bagi Jakarta Pertamina Enduro sejak tampil di kompetisi ini pada 2013. Sebelumnya, mereka juga pernah menjadi juara pada musim 2014, 2018, dan 2025.

Bagi Gresik Phonska Plus, hasil di Yogyakarta kembali menunda ambisi mereka meraih gelar perdana sejak ikut kompetisi pada 2002. Sementara itu, JPE menutup musim dengan trofi juara dan uang pembinaan senilai Rp 400 juta, sekaligus menegaskan status mereka sebagai tim putri paling konsisten pada musim ini.

Baca Juga

Back to top button