Inter Milan memasuki fase paling panas musim ini dengan dua target besar yang saling berkaitan: memastikan Scudetto ke-21 dan membuka jalan untuk pesta besar di pusat kota Milan. Klub sudah menyiapkan parade bus atap terbuka sebagai penanda jika gelar Serie A benar-benar berada di tangan mereka.
Situasi di papan klasemen membuat momen juara itu bahkan mungkin datang lebih cepat dari rencana perayaan. Inter berpeluang mengunci gelar sebelum menghadapi Parma pada Senin (4/5) dini hari WIB, tergantung hasil Napoli dan AC Milan pada laga masing-masing.
Skenario tercepat untuk Nerazzurri cukup jelas. Napoli harus kalah dari Como, sementara AC Milan gagal meraih kemenangan saat berhadapan dengan Sassuolo. Jika dua hasil itu terjadi, Inter langsung bisa memastikan diri sebagai kampiun tanpa perlu menunggu laga mereka sendiri.
Namun, jalur yang paling aman tetap ada di tangan Inter. Kemenangan atas Parma sudah cukup untuk mengamankan titel, dengan sisa tiga pertandingan yang masih menanti setelahnya.
Parade disiapkan setelah laga kandang terakhir
Manajemen Inter tidak langsung menggelar selebrasi begitu gelar datang. Klub menjadwalkan parade bus terbuka pada Minggu, 17 Mei 2026, tepat setelah laga kandang terakhir melawan Hellas Verona di San Siro.
Pemilihan waktu itu dibuat agar suasana perayaan terasa lebih besar dan lebih utuh. Inter ingin momen juara Serie A dan peluang sukses di Coppa Italia ikut dirayakan dalam satu rangkaian.
Sebelum parade itu berlangsung, Inter masih harus melewati partai puncak Coppa Italia melawan Lazio yang dijadwalkan pada Kamis (14/5) dini hari WIB. Jika gelar liga dan trofi Coppa Italia sama-sama berhasil diraih, pesta di jalanan Milan akan memiliki bobot yang jauh lebih besar.
Scudetto ke-21 punya arti khusus
Gelar Serie A musim ini akan menjadi Scudetto ke-21 dalam sejarah Inter. Angka itu semakin penting karena klub kini berusia 108 tahun, sehingga pencapaian tersebut menambah babak baru dalam sejarah panjang Nerazzurri.
Nilai emosionalnya juga terasa lebih besar karena musim sebelumnya Inter menutup kompetisi tanpa satu pun trofi juara. Dari situ, musim ini berpotensi berubah dari periode yang sempat terlihat kosong menjadi salah satu yang paling berkesan dalam beberapa tahun terakhir.
Bonus besar menanti skuad dan staf
Di balik perburuan trofi, ada pula konsekuensi finansial yang tidak kecil. Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa kontrak pemain dan pelatih memuat klausul bonus performa yang kini ikut bergerak seiring dekatnya gelar.
Manajemen disebut telah menyiapkan total bonus mencapai €6 juta atau sekitar Rp122 miliar. Dana itu akan dibagikan kepada pemain, staf kepelatihan, dan ofisial klub yang terlibat sepanjang musim 2025/2026.
Dengan begitu, fase akhir musim Inter tidak hanya diwarnai tekanan untuk mengamankan trofi, tetapi juga peluang untuk menutup musim dengan hadiah yang lengkap. Jika semua berjalan sesuai rencana, Milan bisa segera menyaksikan perayaan besar yang menandai kembalinya Inter ke puncak dengan cara yang sangat meriah.





