Investor Bidik Saham Bank Besar Saat IHSG Bertahan Di Area Konsolidasi, BBCA BMRI Dan ARTO Masuk Pantauan

Minat pasar kembali tertuju pada saham-saham berfundamental kuat ketika IHSG bergerak di area konsolidasi. BBCA, BMRI, ARTO, dan GOTO masuk radar rebound karena pelaku pasar mencari saham yang masih punya ruang didorong akumulasi beli selektif.

Pergerakan indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat terbatas. Namun, kenaikan itu masih berpotensi tertahan karena IHSG sedang menguji resisten terdekat setelah sempat tertekan volatilitas pada sesi sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, sektor perbankan dan teknologi kembali menjadi fokus utama investor. Saham-saham besar di dua sektor ini dipandang menarik karena dinilai masih memiliki dukungan fundamental yang kuat dan terkait dengan pemulihan daya beli masyarakat serta digitalisasi ekonomi.

Penutupan perdagangan terakhir menunjukkan IHSG berada di level 7.313 setelah turun 0,11%. Walau sempat terkoreksi, posisi indeks masih dianggap bertahan dalam rentang konsolidasi yang dinilai positif secara teknikal.

Sentimen domestik juga ikut menjaga suasana pasar. Pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil membuat bursa dalam negeri dinilai cukup tahan, meskipun pasar saham Amerika Serikat bergerak melemah tipis.

Pada perdagangan terakhir di Amerika Serikat, Dow Jones turun 0,52% ke 46.358,42. S&P 500 melemah 0,28% ke 6.735,11, sementara Nasdaq terkoreksi 0,08% ke 23.024,62.

Arus dana asing menjadi perhatian lain yang terus dipantau pelaku pasar. Setelah sebelumnya mencatat aksi jual bersih yang cukup signifikan, investor menunggu apakah modal asing bisa kembali masuk dan membantu memperkuat sentimen.

Di sisi lain, pasar juga menanti rilis data ekonomi domestik serta laporan keuangan kuartal pertama emiten besar di Bursa Efek Indonesia. Dua katalis ini berpotensi memberi arah tambahan bagi pergerakan saham, terutama pada emiten yang sedang dicermati untuk rebound.

BBCA dan BMRI Tetap Menarik

Di kelompok perbankan, BBCA dan BMRI masih dilihat sebagai pilihan menarik untuk jangka panjang. Keduanya masuk dalam perhatian pasar karena karakter bisnisnya yang kuat dan likuid, sehingga sering menjadi tempat akumulasi saat investor mencari saham defensif.

Minat pada bank papan atas itu sejalan dengan kecenderungan pelaku pasar untuk kembali ke saham berfundamental kuat. Saat IHSG berada di area konsolidasi, saham besar seperti BBCA dan BMRI kerap menjadi pilihan utama karena dianggap lebih tahan menghadapi volatilitas.

ARTO dan GOTO Dipantau di Area Support

Selain bank besar, ARTO dan GOTO juga masuk daftar pantauan jika mampu bertahan di atas support kuat. Pergerakan dua saham ini dianggap penting karena pasar sedang mencari konfirmasi apakah akumulasi yang terjadi bisa berlanjut menjadi rebound.

Untuk ARTO, prospek ekspansi kredit diperkirakan berada di kisaran 25% hingga 30% pada tahun ini. Net Interest Margin atau NIM juga diperkirakan terjaga di level 8,5%, meski investor tetap perlu mencermati kenaikan Cost of Credit yang diprediksi naik ke rentang 4,1% hingga 4,6%.

Kombinasi itu membuat pertumbuhan kredit yang agresif tetap harus diimbangi pengawasan kualitas aset. Dengan begitu, laba bersih diharapkan tetap terjaga meski risiko biaya kredit ikut meningkat.

Level Teknis Masih Jadi Acuan

Secara teknikal, support IHSG berada di kisaran 7.265 dan resistance terdekat ada di 7.355. Area ini menjadi patokan penting untuk menilai apakah penguatan indeks masih bisa berlanjut atau kembali tertahan.

Dalam kondisi pasar yang dinamis dan rupiah yang masih fluktuatif terhadap dolar AS, strategi buy on weakness di area dukungan masih dinilai relevan bagi sebagian pelaku pasar. Investor juga diingatkan untuk disiplin menentukan stop loss dan target price saat bertransaksi.

Sejumlah saham lain turut masuk radar karena menunjukkan akumulasi yang cukup konsisten dalam sepekan terakhir. TPIA dan EXCL termasuk di dalamnya, sementara MBMA ikut mencuri perhatian seiring kenaikan harga komoditas nikel di pasar internasional.

Gabungan sentimen sektor, laporan keuangan, dan arus modal asing membuat pasar bergerak lebih selektif. Dalam kondisi seperti ini, saham dengan katalis kuat cenderung lebih cepat menarik minat rebound dibanding emiten yang hanya ditopang pergerakan sesaat.

Baca Juga

Back to top button