Kebumen Punya Tambak Udang Bernilai Rp2,8 Miliar Per Hektare, Prabowo Dorong Masuk Ekspor

Kawasan tambak di Kebumen, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto melihat langsung potensi besar udang dari daerah itu untuk masuk pasar ekspor. Dari perhitungan yang diterimanya, satu hektare tambak dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi dan memberi peluang besar bagi devisa negara.

Saat memantau panen, Prabowo juga ikut menarik jala di lokasi tersebut. Kunjungan kerja itu disiarkan melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden dan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Nilai panen yang mencuri perhatian

Prabowo menerima laporan bahwa satu hektare tambak di Kebumen mampu menghasilkan 40 ton udang. Dengan harga Rp 70.000 per kilogram, hasil panen itu disebut berpotensi bernilai sekitar Rp 2,8 miliar per hektare.

Angka tersebut membuat tambak itu dinilai sangat produktif. Pemerintah melihat capaian seperti ini bukan hanya sebagai hasil budidaya yang tinggi, tetapi juga sebagai sumber ekonomi yang layak didorong ke pasar yang lebih luas.

Dampak langsung bagi warga sekitar

Selain nilai jualnya, tambak di Kebumen juga memberi manfaat pada masyarakat setempat. Lokasi budidaya itu disebut mampu menyerap hingga 650 warga lokal sebagai tenaga kerja.

Serapan tenaga kerja tersebut menambah alasan mengapa komoditas udang dipandang strategis. Produksi udang tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan warga sekitar.

Dorongan untuk ekspor dan devisa

Prabowo menilai potensi udang dari Kebumen layak diarahkan ke pasar ekspor. Ia menekankan bahwa hasil produksi seperti ini perlu memberi kontribusi nyata bagi devisa negara.

Pandangan itu sejalan dengan besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan dari satu hektare tambak. Data yang dilansir dari Money menyebut lokasi tersebut memiliki produktivitas tinggi dan dampak ekonomi yang besar bagi sektor perikanan lokal.

Tambak baru terus disiapkan

Di saat yang sama, pemerintah pusat juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur tambak baru di sejumlah daerah. Program ini disiapkan untuk memperkuat produksi perikanan dan membuka kapasitas budidaya yang lebih besar.

Sejumlah wilayah masuk dalam rencana pengembangan, termasuk Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan kawasan pesisir Pulau Jawa. Pemerintah mengalokasikan lahan seluas 2.000 hektare di Waingapu, Sumba, NTT, lalu 200 hektare di Gorontalo, serta 14.000 hektare di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Prabowo menilai penguatan produksi itu penting agar komoditas perikanan bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih besar. Ia juga menegaskan pembagian peran komoditas di setiap wilayah dengan kalimat, “Hanya di sana ikan, di sini udang.”

Dengan produktivitas tinggi, nilai panen besar, dan serapan tenaga kerja yang luas, Kebumen kini menjadi contoh konkret bagaimana budidaya udang dapat bergerak dari produksi lokal menuju komoditas bernilai tinggi. Pemerintah berharap pengembangan tambak seperti ini dapat memperkuat pasokan sekaligus mendorong ekspor dalam skala yang lebih luas.

Baca Juga

Back to top button