Lolos Ke Piala Dunia 2026, Aljazair Bawa Modal Stabilitas Dan Kenangan Manis Brasil

Kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 membuat Aljazair kembali masuk percakapan sebagai tim Afrika yang patut diwaspadai. Les Verts datang dengan modal kualifikasi yang stabil dan dominan, sehingga status mereka kini naik dari sekadar peserta menjadi calon pengganggu serius di fase grup.

Perjalanan itu terasa penting karena Aljazair tidak hanya lolos, tetapi juga menutup fase kualifikasi CAF Grup G sebagai pemuncak klasemen. Di bawah arahan Vladimir Petkovic, yang mulai menangani tim pada 2024, mereka mengumpulkan 25 poin dan hanya sekali kalah.

Modal dari kualifikasi yang meyakinkan

Satu-satunya kekalahan Aljazair terjadi saat mereka tumbang 2-1 di kandang dari Guinea. Setelah itu, mereka tetap menjaga ritme dan mengunci kelolosan lewat kemenangan 3-0 atas Somalia pada laga terakhir.

Hasil tersebut memperlihatkan kestabilan yang selama ini dicari Aljazair. Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, modal seperti itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi lawan yang lebih kuat dan berpengalaman.

Jejak yang tidak selalu mulus

Status Aljazair sebagai peserta Piala Dunia memang dibangun lewat perjalanan yang naik turun. Mereka pertama kali tampil pada 1982 di Spanyol dan langsung terhenti di fase grup, meski sempat menutup partisipasi dengan kemenangan 3-2 atas Cile.

Mereka kembali hadir pada 1986 di Meksiko, lalu absen cukup lama dari turnamen tersebut. Setelah jeda lebih dari dua dekade, Aljazair baru kembali tampil pada 2010 di Afrika Selatan dan 2014 di Brasil, sehingga total keikutsertaan mereka sejauh ini berjumlah lima kali.

Brasil masih jadi patokan terbaik

Dari semua penampilan itu, edisi 2014 tetap menjadi pencapaian paling tinggi. Saat itu, Aljazair mampu melangkah hingga babak 16 besar di bawah asuhan Vahid Halilhodzic.

Di Brasil, mereka tergabung bersama Belgia, Rusia, dan Korea Selatan di Grup H. Aljazair kalah pada laga pertama, tetapi kemudian bangkit lewat kemenangan 4-2 atas Korea Selatan setelah unggul 3-0 di babak pertama berkat gol Islam Slimani, Rafik Halliche, dan Abdelmoumene Djabou.

Mereka lalu menahan Rusia 1-1 untuk memastikan langkah ke fase gugur. Rangkaian itu menunjukkan bahwa Aljazair bisa tetap kompetitif saat berhadapan dengan lawan yang lebih berpengalaman di panggung besar.

Tantangan yang menunggu di putaran final

Meski modal mereka kuat, jalan Aljazair di Piala Dunia 2026 tidak akan mudah. Mereka akan bersaing dengan Argentina, Austria, dan Yordania di fase grup.

Komposisi itu menuntut disiplin sejak awal pertandingan. Dengan pengalaman turnamen yang sudah terbangun dan fondasi baru di bawah Petkovic, Aljazair akan berusaha menjaga peluang untuk mendekati capaian terbaik yang pernah mereka raih di Brasil.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button