Dorongan agar Macau tidak lagi bergantung pada kasino tradisional kembali menguat setelah Mario Ho menempatkan olahraga dan esports sebagai poros baru pertumbuhan kota itu. Di ajang G2E Asia di Venetian Macao, ia menilai masa depan Macau akan lebih kompetitif jika resor terintegrasi mulai bergerak ke model yang ia sebut sports-plus.
Bagi Ho, arah itu bukan sekadar tambahan atraksi, melainkan perubahan strategi bisnis. Ia melihat kombinasi olahraga internasional, esports, budaya, pariwisata, dan teknologi sebagai mesin baru ekonomi hiburan di Asia.
Tekanan untuk meninggalkan model lama
Ho menilai Macau perlu mengurangi ketergantungan pada gaming tradisional sebagai satu-satunya penopang pertumbuhan. Menurut dia, model lama yang terlalu bertumpu pada sektor tunggal tidak lagi cukup untuk menjaga daya saing kota itu di peta destinasi global.
Ia mendorong pemerintah, investor, mitra teknologi, dan operator resor terintegrasi untuk bergerak bersama. Menurut pandangannya, peluang untuk membangun ekosistem baru sudah terlihat jelas dan tidak seharusnya ditunda.
Olahraga sebagai daya tarik lintas pasar
Sebagai salah satu pemilik bersama Boston Celtics, Ho menyoroti besarnya nilai ekonomi dari ajang olahraga internasional. Ia menyebut Piala Dunia FIFA 2026 sebagai contoh turnamen yang diperkirakan akan ditonton oleh 75 persen populasi dunia.
Dari sudut pandang Macau, angka itu memperkuat alasan untuk memperluas sumber pendapatan di luar meja permainan. Ho menilai olahraga punya daya tarik universal yang mampu menembus banyak batas dan membuka peluang wisata yang lebih luas.
Esports untuk menjangkau generasi baru
Selain olahraga, Ho menempatkan esports sebagai bagian penting dari arah baru Macau. Ia memimpin NIP Group, perusahaan esports pertama asal China yang melantai di Nasdaq, dengan bisnis yang mencakup tim esports, arena, penyelenggaraan acara, jaringan konten dan influencer, penerbitan gim, serta perhotelan di berbagai benua.
Data dari Macau Daily Times menunjukkan China memiliki 668 juta pemain esports pada 2024. Skala itu memperlihatkan pasar besar yang dapat dimanfaatkan bila Macau membangun ekosistem hiburan yang lebih sesuai dengan audiens muda.
Resor terintegrasi dituntut lebih luas
Dalam pandangan Ho, resor terintegrasi masa depan tidak lagi cukup jika hanya berisi kamar hotel, restoran, dan lantai permainan. Ia melihat model itu harus berkembang menjadi platform yang menghubungkan olahraga, esports, teknologi, dan hiburan dalam satu ekosistem.
Perubahan itu, menurut dia, dapat memberi standar baru bagi industri hiburan dan akomodasi di Asia. Namun, Ho menegaskan hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengambil langkah lebih dulu.
Dorongan tersebut membuat Macau kembali masuk ke pusat pembicaraan soal masa depan resor terintegrasi. Bagi Ho, pertumbuhan berikutnya bergantung pada keberanian kota itu membangun basis ekonomi yang lebih luas daripada sekadar kasino.





