Pekarangan Rumah Jadi Fokus Ketahanan Pangan, Polres Blitar Dorong Warga Manfaatkan Lahan Sekitar

Pemanfaatan lahan di sekitar rumah kini menjadi salah satu fokus Polres Blitar dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Lewat pendampingan langsung, aparat mendorong warga agar tanah yang ada tidak dibiarkan kosong, tetapi dipakai untuk menambah pasokan pangan dari lingkup paling dekat.

Langkah itu tidak hanya menyasar petani di lahan produktif, tetapi juga pekarangan rumah dan lahan yang masih belum optimal. Dengan cara ini, Polres Blitar ingin membantu masyarakat memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar.

Dorongan dari lahan yang sudah ada

Polres Blitar melihat pemanfaatan lahan sebagai upaya sederhana yang dampaknya besar. Saat kebutuhan pangan rumah tangga terus berjalan setiap hari, pekarangan dan lahan sekitar dinilai bisa menjadi penopang tambahan yang praktis.

Pendampingan tersebut diarahkan agar lahan yang dimiliki warga dapat menghasilkan lebih maksimal. Fokusnya bukan pada perubahan besar, melainkan pada pengelolaan yang lebih terarah supaya tanaman kebutuhan sehari-hari bisa memberi hasil yang lebih baik.

Kapolres Blitar AKBP Rivanda menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas pertanian dan kelompok tani. Menurut dia, kerja bersama lintas sektor dibutuhkan karena persoalan pangan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Kolaborasi dengan petani dan dinas

Dalam pelaksanaannya, Polres Blitar mendekat ke petani untuk mendampingi pemanfaatan lahan produktif maupun lahan yang belum tergarap optimal. Kolaborasi dengan dinas dan kelompok tani dianggap penting agar upaya meningkatkan hasil panen berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Polres Blitar menilai kolaborasi ini juga membantu tanaman sayur kebutuhan sehari-hari menghasilkan panen yang lebih maksimal. Dukungan aparat, pemerintah daerah, dan petani dipandang menjadi kunci agar pengelolaan lahan tidak berhenti pada niat, tetapi benar-benar bergerak di lapangan.

Rivanda juga menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah aktivitas warga bukan sekadar simbol pengawasan. Kehadiran itu dimaknai sebagai dorongan agar masyarakat lebih bersemangat mengelola lahan yang mereka miliki.

Menghadapi tekanan sektor pertanian

Program pendampingan ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan di sektor pertanian. Polres Blitar menyoroti adanya hambatan seperti cuaca dan fluktuasi harga hasil panen yang dapat memengaruhi ketahanan pangan daerah.

Dalam situasi seperti itu, pemanfaatan lahan yang ada dinilai membantu warga menjaga ketahanan pangan dari level paling dekat, yakni rumah tangga. Upaya ini sekaligus membuat masyarakat tidak hanya bertumpu pada pasokan dari luar ketika sektor pertanian menghadapi tekanan.

Karena itu, penguatan pangan keluarga dipandang sebagai langkah yang relevan dengan kondisi sehari-hari masyarakat. Dari lahan yang sudah tersedia, warga dapat membangun cadangan pangan yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka sendiri.

Edukasi sampai ke pekarangan rumah

Selain pendampingan di lahan, jajaran Polres Blitar juga aktif melakukan sambang dan sosialisasi program pemerintah. Kegiatan itu diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional secara lebih luas.

Dalam sambang tersebut, aparat mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan bergizi. Langkah ini dinilai bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Kasat Binmas Polres Blitar AKP Indrayana menyebut patroli sambang dan sosialisasi terus dilakukan jajaran Polres Blitar. Melalui kegiatan itu, polisi memberi edukasi agar warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan maupun budi daya lain yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

Dorongan tersebut membuat perhatian terhadap ketahanan pangan tidak berhenti di sawah atau kebun yang luas. Dari lahan produktif hingga halaman rumah, Polres Blitar mendorong masyarakat melihat tanah yang tersedia sebagai sumber penguatan pangan keluarga yang bisa dikelola lebih maksimal.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button