Pemprov Jateng Siapkan 20 Rumah Apung di Demak, Harapan Baru bagi Warga Pesisir Terdampak Rob

Upaya menghadapi rob di pesisir Demak terus bergerak lewat pembangunan hunian yang dirancang menyesuaikan kondisi lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 20 rumah apung untuk warga yang terdampak genangan air laut, dengan sasaran utama kawasan permukiman yang selama ini paling sering terendam.

Program ini difokuskan ke Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, dua wilayah yang menjadi langganan rob. Skema pengerjaannya melibatkan Pemerintah Kabupaten Demak dan Bank Jateng sebagai bagian dari kerja bersama dalam penanganan persoalan pesisir.

Rumah apung sebagai jawaban atas kebutuhan dasar warga

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut rumah apung sebagai langkah nyata pemerintah untuk menjawab persoalan permukiman di wilayah pesisir. Menurut dia, warga yang rumahnya berulang kali terendam membutuhkan solusi yang bisa bertahan di tengah perubahan kondisi lingkungan.

Boedyo menegaskan bahwa bantuan rumah apung terus dilakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak. Ia juga menilai penanganan rob tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja karena masalah ini menyangkut kondisi kawasan sekaligus kebutuhan hunian masyarakat.

Ia mengaitkan program ini dengan semangat “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang dipakai adalah kerja bersama atau “super team”, bukan mengandalkan satu tokoh atau satu instansi saja.

Sebaran pembangunan di dua desa pesisir

Dari total 20 unit yang disiapkan, 19 rumah apung akan dibangun di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Sebanyak 17 unit dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah, sedangkan sisanya didukung melalui kerja sama lintas pihak.

Hingga akhir 2025, Demak sudah memiliki 15 unit rumah apung. Jumlah itu terdiri atas satu unit prototipe pada 2023, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit pada 2025 yang didukung CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak.

Tambahan pembangunan pada 2026 juga sudah berjalan sejak Maret dengan tiga unit tahap awal. Sejumlah penerima manfaat yang disebut antara lain Rokank dari Desa Bedono serta Krisma dan Ngadiyanto dari Desa Timbulsloko.

Target penyelesaian dan harapan bagi warga

Pemerintah memasang target seluruh 20 unit rumah apung rampung pada Mei 2026. Hunian tersebut diharapkan bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi warga yang selama ini harus hidup berdampingan dengan genangan rob yang datang berulang.

Masalah rob masih menjadi tantangan besar bagi pesisir Demak karena berdampak langsung pada rumah tinggal dan aktivitas harian warga. Karena itu, rumah apung diposisikan bukan hanya sebagai bantuan fisik, tetapi juga sebagai jawaban atas kebutuhan dasar agar masyarakat tetap bisa bertahan di kampung halamannya.

Program ini memperlihatkan bahwa penanganan kawasan pesisir memerlukan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta. Di tengah rob yang belum mereda, rumah apung menjadi salah satu ikhtiar paling konkret untuk menjaga keberlanjutan hunian warga Demak.

Source: elshinta.com

Baca Juga

Back to top button