Penghargaan Untuk Dian Widyanarti, Didorong Dialog Kebijakan Yang Lebih Bertanggung Jawab di Bentoel Group

Penghargaan yang diterima Dian Widyanarti menyorot kembali peran penting di balik kerja advokasi kebijakan Bentoel Group. Melalui pengakuan sebagai Outstanding Leader in Regulatory Advocacy and Responsible Industry Policy dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026, namanya kini ikut menonjol dalam pembahasan soal tata kelola industri yang bertanggung jawab.

Posisi Dian sebagai Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group membuat kiprahnya berada di titik strategis. Ia terlibat langsung dalam upaya menjaga komunikasi dengan regulator dan pemangku kepentingan industri ketika isu regulasi semakin kompleks.

Selama lebih dari dua dekade berkecimpung di bidang corporate affairs, Dian dikenal memiliki pengalaman yang kuat dalam menjembatani kepentingan industri dan kebutuhan kebijakan publik. Pengalaman itu menjadi fondasi saat ia memimpin fungsi Corporate dan Regulatory Affairs yang mendorong regulasi berbasis data.

Dalam pendekatan yang ia jalankan, kepatuhan tetap ditempatkan sebagai dasar utama. Pada saat yang sama, kebijakan juga diarahkan agar lebih seimbang dan tetap relevan dengan kebutuhan industri maupun kepentingan publik.

Penghargaan yang diterimanya tidak hanya melihat hasil kerja di meja kebijakan. Pengakuan itu juga menilai konsistensinya membangun komunikasi yang sehat antara perusahaan, regulator, dan pihak terkait lainnya.

Dalam siaran pers yang diterima Kamis, 7 Mei 2026, Dian menyampaikan bahwa penghargaan tersebut ia dedikasikan untuk tim serta para pemangku kepentingan yang selama ini berkolaborasi mendorong kebijakan yang bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa advokasi tidak berhenti pada penyampaian pandangan perusahaan semata.

Bagi Dian, setiap dialog kebijakan harus menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Dialog itu juga harus berbasis data dan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus kepentingan publik secara seimbang.

Dialog dan kepercayaan dalam kebijakan

Pendekatan tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa regulasi yang efektif membutuhkan keterbukaan, kepercayaan, dan dialog lintas sektor. Ketiga unsur itu dipandang penting agar kebijakan yang lahir tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi juga memberi dampak berkelanjutan.

Kerangka itu terlihat dari cara Bentoel Group menempatkan advokasi kebijakan dan tanggung jawab industri dalam satu arah yang sama. Perusahaan menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis, kepatuhan, dan kepentingan publik.

Dampak sosial melalui penguatan kapasitas

Di luar isu regulasi, kerja advokasi yang dipimpin Dian juga diarahkan untuk memberi dampak sosial yang lebih luas. Salah satu wujudnya tampak melalui penguatan dan ekspansi program Empower Academy.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas yang mendorong pemberdayaan masyarakat dan inklusi ekonomi di berbagai daerah. Langkah ini memperlihatkan bahwa fungsi corporate dan regulatory affairs dapat berjalan beriringan dengan upaya sosial yang lebih luas.

Bagi Bentoel Group, penguatan program itu juga sejalan dengan dorongan menciptakan praktik industri yang lebih seimbang dan inklusif. Di titik ini, advokasi kebijakan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan inisiatif yang menyentuh pengembangan masyarakat.

Cerminan komitmen perusahaan

Pencapaian Dian turut dibaca sebagai refleksi komitmen Bentoel Group terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Perusahaan menekankan pentingnya tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, dan transparansi dalam membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut juga memperkuat perhatian pada kontribusi berkelanjutan Bentoel Group terhadap pembangunan berkelanjutan. Fokusnya mencakup inisiatif pemberdayaan yang membuka akses peningkatan kapasitas serta inklusi ekonomi di berbagai daerah.

Di tengah tantangan regulasi yang semakin rumit, nama Dian Widyanarti kini semakin menonjol sebagai sosok yang menghubungkan advokasi kebijakan, tata kelola yang bertanggung jawab, dan dampak sosial dalam satu kerangka kerja. Peran seperti ini menjadi bagian penting dari cara industri menjaga relevansi sekaligus akuntabilitas.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button