Pintar Reksa Dana Dorong Kebiasaan Investasi Rutin, Pasar Modal Bidik Investor Ritel Baru

Kebiasaan berinvestasi secara terencana kembali didorong agar melekat di masyarakat melalui Program Investasi Terencana dan Berkala atau Pintar Reksa Dana. Program ini diarahkan untuk membangun pola investasi yang lebih disiplin, konsisten, dan berfokus pada tujuan jangka panjang di tengah upaya memperluas literasi serta inklusi pasar modal.

Dorongan tersebut muncul bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Reksa Dana 2026 yang menegaskan perhatian bersama terhadap investor ritel di pasar modal domestik. Kehadiran program dan kegiatan pendukung ini menunjukkan bahwa penguatan budaya investasi tidak lagi hanya soal mengenalkan produk, tetapi juga membentuk ritme berinvestasi yang lebih teratur.

Mendorong kebiasaan, bukan sekadar minat awal

Penguatan ekosistem investasi menjadi perhatian karena masyarakat dinilai perlu memahami cara berinvestasi yang terukur, bukan hanya mengetahui nama produk keuangan. Dukungan lintas pemangku kepentingan dianggap penting agar ketertarikan masyarakat tidak berhenti pada fase awal dan bisa berubah menjadi kebiasaan yang konsisten.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia dan melibatkan OJK, APRDI, serta pelaku industri. Dalam acara itu, hadir pula Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menandakan isu penguatan budaya investasi masih berada dalam agenda penting.

Skema nabung rutin makin disorot

Salah satu pelaku industri yang ikut mendorong pola investasi terencana adalah Bibit.id melalui fitur Systematic Investment Plan atau SIP, yang dikenal sebagai Nabung Rutin. Skema ini memungkinkan masyarakat menanamkan dana secara berkala dengan nominal tetap, tanpa harus menunggu modal besar terlebih dahulu.

Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya, menilai investasi terencana dan berkala telah terbukti efektif membantu masyarakat membangun kekayaan jangka panjang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK, BEI, dan asosiasi dalam peluncuran program tersebut.

“Filosofi investasi terencana dan berkala telah terbukti menjadi cara paling efektif bagi masyarakat untuk membangun kekayaan jangka panjang,” ujarnya.

Pola yang mudah diikuti investor ritel

SIP menawarkan ritme investasi yang relatif sederhana karena menggabungkan prinsip the power of compounding dan dollar cost averaging. Dengan pendekatan itu, investor menyetor dana tetap pada jadwal yang sudah ditentukan ke instrumen reksa dana sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Pola semacam ini dinilai cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dana pendidikan, dana pensiun, hingga pembelian rumah. Selain membantu membangun disiplin, metode tersebut juga mendukung diversifikasi sehingga risiko dapat dikelola lebih baik.

Hilmawan menegaskan bahwa SIP merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan bisa menjadi pilihan jangka panjang. Penekanan pada kemudahan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang ingin mulai berinvestasi tanpa proses yang terlalu rumit.

Belajar dari pengalaman India

Upaya memperkuat budaya investasi terencana juga merujuk pada pengalaman India melalui kampanye Mutual Fund Sahi Hai. Program yang digerakkan Association of Mutual Funds in India atau AMFI itu dimulai sejak 2017 dan disebut memberi dampak yang nyata terhadap partisipasi investor.

Chief Executive AMFI, Venkat N. Chalasani, menyampaikan bahwa rata-rata aset kelolaan reksa dana di India tumbuh 33 persen dalam dua tahun pertama kampanye tersebut. Ia juga menyebut total aset kelolaan industri reksa dana India meningkat hingga 600% sejak program itu diluncurkan.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa edukasi yang konsisten dapat membentuk kebiasaan investasi baru di masyarakat. Dalam konteks Indonesia, pendekatan serupa diharapkan mampu menumbuhkan minat yang lahir dari pemahaman, bukan hanya dari ikut-ikutan tren.

Ruang pertumbuhan masih terbuka lebar

Jumlah investor pasar modal Indonesia yang telah melampaui 26 juta menjadi salah satu tanda bahwa ruang pertumbuhan industri reksa dana masih besar. Angka itu sekaligus menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi terus berkembang, meski tantangan literasi dan konsistensi masih perlu dijawab lewat edukasi berkelanjutan.

Program Pintar Reksa Dana diposisikan sebagai salah satu dorongan untuk memperluas budaya investasi yang lebih kuat, inklusif, dan berorientasi jangka panjang. Jika kebiasaan investasi terencana bisa tertanam lebih luas, pasar modal domestik berpeluang memiliki basis investor ritel yang semakin sehat dan berkelanjutan.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button