Kemenangan Rachel Alessya Rose dan Febi Setianingrum menjadi momen penting bagi Indonesia saat berhadapan dengan Taiwan pada babak penyisihan Grup C Piala Uber di Forum Horsens, Denmark. Setelah sempat berada dalam posisi tertekan, duet ganda putri itu berhasil membuat skor kembali sama kuat 2-2 dan menjaga peluang tim Merah Putih tetap hidup.
Partai yang mereka jalani tidak berlangsung mudah. Rachel dan Febi harus bertarung tiga gim melawan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun sebelum menang 11-21, 22-20, dan 21-16 dalam laga di Lapangan 1 yang berlangsung selama 1 jam 4 menit.
Tekanan besar sebelum Rachel dan Febi turun
Indonesia lebih dulu menghadapi situasi yang tidak nyaman. Putri Kusuma Wardani sempat memberi awal yang menjanjikan, tetapi laju pertandingan kemudian bergeser ke pihak Taiwan setelah beberapa partai berjalan tidak sesuai harapan bagi tim Merah Putih.
Kekalahan dari pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi membuat Indonesia harus mengejar ketertinggalan. Dalam kondisi seperti itu, sektor ganda putri menjadi salah satu tumpuan paling penting agar pertandingan tetap terbuka.
Rachel sempat tegang di awal laga
Rachel mengakui awal pertandingan tidak berjalan mulus. Ia merasakan ketegangan yang cukup besar dan situasi itu ikut memengaruhi ketepatan pukulannya.
Menurut Rachel, lawan tampil cepat dan memberi tekanan dalam banyak reli, sehingga ia harus menyesuaikan diri agar permainan tidak semakin lepas. “Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Saya pribadi merasa tegang banget. Di gim pertama sudah banyak mati sendiri jadi coba buat enakin saja dulu, enakin mainnya, enakin pukulannya,” kata Rachel.
Setelah gim pertama lepas dari genggaman, pasangan Indonesia mulai mencari bentuk permainan yang lebih pas. Tekanan dari Taiwan perlahan bisa diredam ketika ritme mereka mulai kembali stabil.
Gim kedua jadi titik yang paling menentukan
Gim kedua menjadi bagian paling menegangkan dalam duel ini. Rachel dan Febi sempat unggul, tetapi Taiwan mampu menyusul hingga skor 20-20 dan memaksa laga masuk ke fase yang sangat krusial.
Febi menilai mereka sempat kehilangan fokus saat berada dalam posisi memimpin. Setelah kedudukan kembali rapat, keduanya mencoba mengatur ulang cara main dan tampil lebih berani agar momentum tidak berpindah lagi ke lawan.
“Di gim kedua tadi sempat unggul lalu terkejar karena kami lengah. Setelah poinnya sudah mepet, kami berusaha untuk membalikkan fokus kami lagi dan coba untuk lebih berani, lebih yakin mainnya,” ujar Febi.
Keberhasilan melewati momen genting itu mengubah jalannya pertandingan. Setelah merebut gim kedua, Rachel dan Febi tampil lebih tenang pada gim penentuan dan menuntaskan laga dengan kemenangan.
Debut yang terasa berat bagi Febi
Bagi Febi Setianingrum, pertandingan ini memberi arti tambahan karena menjadi penampilan pertamanya di ajang beregu tersebut. Situasinya juga tidak ringan karena Indonesia sedang tertinggal saat ia dan Rachel masuk ke lapangan.
“Tegang banget rasanya karena ini baru pertama kali diturunkan juga posisinya Indonesia sedang ketinggalan. Tapi beruntung, Alhamdulillah bisa mengatasi dan senang juga bisa main di Uber Cup pertama kali,” ucap Febi.
Pengalaman itu menambah nilai penting kontribusi keduanya untuk tim. Dalam pertandingan beregu, kemampuan menjaga fokus saat tekanan datang sering kali sama pentingnya dengan kualitas permainan di lapangan.
Masih ada partai penentu
Kemenangan Rachel dan Febi membuat Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mempertahankan asa di Grup C. Setelah itu, perhatian beralih ke tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo yang turun pada partai kelima melawan Huang Yu-Hsun untuk menentukan hasil akhir duel Indonesia kontra Taiwan.
Situasi tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam laga beregu. Satu kemenangan di sektor ganda putri membuat Indonesia tetap berada dalam pertandingan dan membuka jalan menuju penentuan di partai terakhir.





