Srikandi Movement PLN Jangkau 40 Ribu Penerima Manfaat, Perempuan Dorong Ekonomi Keluarga

Program Srikandi Movement milik PLN menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bisa bergerak jauh melampaui ruang simbolik. Lewat rangkaian kegiatan sosial yang menjangkau lebih dari 40 ribu penerima manfaat di lebih dari 140 lokasi, PLN menempatkan perempuan sebagai penggerak yang ikut menguatkan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Gerakan ini juga sejalan dengan semangat Hari Kartini karena mendorong perempuan PLN hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dalam kerangka program tanggung jawab sosial dan lingkungan, PLN tidak hanya berbicara soal listrik, tetapi juga soal dampak sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari keluarga dan komunitas.

Pemberdayaan ekonomi jadi titik penting

Dari seluruh pilar yang dijalankan, Women Support Women menjadi salah satu bagian yang paling menonjol karena langsung menyasar kemandirian ekonomi perempuan. Program ini memberi akses, peluang, keterampilan, dan pendampingan usaha agar perempuan dapat mengembangkan usahanya dengan lebih kuat dan berkelanjutan.

Ketua Harian Srikandi PLN Kamia Handayani menyampaikan bahwa Women Support Women telah menjangkau 1.296 penerima manfaat dari 36 kelompok. Program ini juga mencatat skor Social Return on Investment atau SROI sebesar 5,79, yang menandakan manfaat sosialnya dinilai tinggi dibanding biaya yang dikeluarkan.

Pendekatan yang dipakai tidak berhenti pada bantuan awal. Perempuan juga didorong membangun jejaring supaya usaha mereka tidak berjalan sendiri dan bisa tumbuh dalam jangka panjang.

Dampak itu terlihat pada pengalaman pelaku UMKM asal Manado, Sulawesi Utara, Lanny Juliana Mogot. Lanny menyebut program tersebut tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan yang membantu meningkatkan penghasilan keluarganya.

Pendidikan ikut diperluas lewat sekolah dan kampus

Selain ekonomi, PLN juga menggarap jalur pendidikan melalui Srikandi Goes to School/Campus. Program ini membawa materi di luar kurikulum formal agar peserta mendapat wawasan yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, program ini telah melibatkan 5.102 peserta dan 240 tenaga pendidik di 60 titik lokasi. Cakupan itu memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas tidak hanya diarahkan kepada perempuan dewasa, tetapi juga menyentuh generasi muda sejak dini.

Di sisi lain, Srikandi Sahabat Anak menjadi jalur penting untuk mendukung hak dasar anak. Inisiatif ini telah menjangkau 16.591 anak dan 301 guru di 83 sekolah serta lembaga pendidikan dengan nilai SROI 2,59.

Fokus program tersebut berada pada edukasi, pendampingan, dan bantuan kebutuhan dasar. PLN menempatkannya sebagai upaya untuk menghadirkan lingkungan tumbuh dan belajar yang lebih baik bagi anak.

Kesehatan keluarga dan penguatan internal PLN

Srikandi Care dijalankan untuk mendukung penurunan stunting sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Program ini menyasar 7.309 ibu dan 3.249 anak dengan nilai efektivitas investasi sosial sebesar 2,68.

Di dalam tubuh PLN sendiri, Inspiring Srikandi dipakai untuk meningkatkan kompetensi perempuan. Sebanyak 8.400 peserta perempuan telah mengikuti program ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Rangkaian itu memperlihatkan bahwa Srikandi Movement disusun sebagai gerakan yang saling terhubung. Ada dimensi pemberdayaan ekonomi, ada penguatan pendidikan, ada perlindungan anak, dan ada pula perhatian pada kesehatan keluarga serta kapasitas perempuan di internal perusahaan.

Peran perempuan diperluas sebagai penggerak sosial

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa Srikandi PLN didorong untuk memberi nilai tambah bagi publik. Ia menyampaikan bahwa kehadiran PLN harus menghadirkan manfaat yang lebih luas, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan, melalui dorongan kemandirian dan peningkatan kualitas hidup.

Dengan cakupan lebih dari 40 ribu penerima manfaat di lebih dari 140 lokasi, Srikandi Movement menunjukkan bahwa peran perempuan dapat menjadi penggerak perubahan yang nyata. Program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan diarahkan untuk memberi manfaat langsung bagi keluarga dan komunitas di berbagai daerah.

Baca Juga

Back to top button