Satu tiket Liga Champions hilang begitu saja di Borussia-Park ketika Hoffenheim dipermalukan Borussia Mönchengladbach dengan skor 0-4. Kekalahan itu bukan hanya memutus langkah mereka di laga terakhir, tetapi juga membuat target besar musim ini lenyap dalam satu malam.
Hoffenheim datang dengan bekal yang sebenarnya cukup meyakinkan karena sebelumnya tidak terkalahkan dalam lima pertandingan Bundesliga. Namun, malam yang menentukan itu justru berakhir sebagai salah satu hasil paling menyakitkan bagi mereka, sementara Gladbach tampil jauh lebih efisien dan menghukum setiap celah di lini belakang tim tamu.
Awal yang gagal dimaksimalkan
Hoffenheim sempat membuka pertandingan dengan peluang emas. Fisnik Asllani mengirim umpan matang kepada Andrej Kramaric, tetapi sepakan jarak dekat sang penyerang masih bisa diamankan Moritz Nicolas.
Kesempatan itu menjadi titik balik yang fatal. Setelah peluang tersebut terbuang, Gladbach mengambil alih permainan dan langsung menunjukkan ketenangan yang tidak dimiliki Hoffenheim.
Gol pembuka lahir lewat Tomas Brolin setelah ia menuntaskan kerja sama dengan Wael Mohya. Dari situ, tekanan mulai bergeser ke kubu tim tamu yang kesulitan menjaga ritme permainan.
Tekanan papan klasemen ikut memengaruhi Hoffenheim
Situasi Hoffenheim makin berat karena mereka juga menerima kabar bahwa VfB Stuttgart, rival dalam perebutan tiket Liga Champions, sedang unggul. Informasi itu ikut mengganggu ketenangan permainan mereka di lapangan.
Alih-alih bangkit, Hoffenheim justru semakin panik saat Gladbach terus menekan. Lini belakang mereka beberapa kali terlihat rapuh dan tidak mampu meredam serangan tuan rumah dengan baik.
Gladbach memanfaatkan kondisi itu untuk menggandakan keunggulan melalui Haris Tabakovic. Penyerang yang dipinjam dari Hoffenheim tersebut menyambar bola muntah dan mencetak gol ke-13nya musim ini, sebuah momen yang terasa semakin pahit bagi tim tamu.
Situasi makin buruk setelah kartu merah
Masalah Hoffenheim bertambah besar ketika Tim Lemperle menerima kartu kuning kedua. Ia melakukan pelanggaran terhadap Kevin Diks, dan akibatnya Hoffenheim harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.
Setelah bermain pincang, peluang mereka untuk mengejar ketertinggalan praktis semakin menipis. Gladbach tetap menjaga tekanan dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk menemukan kembali permainan yang stabil.
Gladbach bahkan sempat menambah gol lagi melalui Tabakovic, tetapi wasit menganulirnya karena offside. Meski begitu, tuan rumah tetap berada dalam kendali penuh hingga akhir pertandingan.
Gladbach menutup laga dengan meyakinkan
Gol ketiga hadir lewat sepakan melengkung Kevin Diks ke pojok atas gawang setelah menerima umpan Nico Elvedi. Aksi itu mempertegas dominasi Gladbach di kandang sendiri.
Robin Hack kemudian memastikan skor akhir menjadi 4-0. Pemain pengganti itu menuntaskan situasi satu lawan satu dengan tenang saat laga memasuki menit-menit akhir.
Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Gladbach di kandang menjadi tujuh pertandingan. Hasil tersebut juga membuat mereka aman di papan tengah dan menutup laga kandang dengan rasa percaya diri.
Nasib Hoffenheim di akhir musim
Bagi Hoffenheim, malam di Borussia-Park berarti kegagalan mengamankan tiket Liga Champions. Mereka harus puas finis di peringkat kelima dan mendapat jatah UEFA Europa League.
Meski target utama lepas, posisi kelima tetap menjadi capaian terbaik Hoffenheim di Bundesliga sejak musim 2017/18. Namun, hasil pahit di markas Gladbach akan terus diingat sebagai malam ketika peluang besar itu runtuh di saat paling krusial.
Source: mediaindonesia.com




