Ultrahuman Menghubungkan Recovery Tubuh ke Les Mills, Latihan Dipilih Sesuai Siap atau Lemahnya Otot

Ultrahuman memperluas peran aplikasinya lewat integrasi dengan workout Les Mills, sehingga rekomendasi latihan tidak lagi hanya bertumpu pada target kebugaran atau jadwal yang sudah ditetapkan. Sistem kini membaca kondisi pemulihan tubuh dari Ultrahuman Ring untuk menyesuaikan sesi yang paling masuk akal pada hari itu.

Pendekatan ini membuat pilihan olahraga terasa lebih personal karena aplikasi bisa menimbang apakah tubuh sedang siap diajak kerja lebih berat atau justru masih membutuhkan pemulihan. Dengan begitu, pengguna mendapat saran latihan yang lebih selaras dengan kondisi fisik harian, bukan sekadar daftar kelas standar.

Latihan dipilih berdasarkan kondisi tubuh

Dalam integrasi ini, aplikasi Ultrahuman menautkan data recovery dengan katalog latihan Les Mills. Saat pengguna membuka fitur tersebut, sistem tidak langsung menampilkan semua opsi secara acak, melainkan memilih workout yang sesuai dengan tujuan, frekuensi olahraga, dan durasi yang sudah diisi lebih dulu.

Sesudah preferensi dasar tersebut dimasukkan, aplikasi mulai menyusun rekomendasi yang lebih relevan. Namun, keputusan akhirnya tetap dipengaruhi oleh pembacaan tubuh dari cincin pintar Ultrahuman, sehingga saran latihan bisa berubah mengikuti kesiapan fisik pada saat itu.

Les Mills masuk sebagai sumber kelas latihan

Les Mills sendiri dikenal sebagai merek global dengan beragam program kebugaran. Melalui kerja sama ini, katalog latihannya bisa diakses langsung di dalam aplikasi Ultrahuman, memberi pengguna lebih banyak pilihan dalam satu ekosistem.

Ragam kelas yang tersedia mencakup high intensity interval training, latihan kekuatan, yoga, hingga kelas pemulihan. Kombinasi itu memberi ruang bagi pengguna yang ingin mengejar intensitas tinggi maupun mereka yang lebih cocok menjalani sesi ringan.

Recovery menjadi dasar rekomendasi

Nilai utama fitur ini ada pada cara aplikasi membaca pemulihan tubuh sebelum memberi saran. Jika data menunjukkan tubuh sudah cukup pulih, sistem cenderung mengarahkan pengguna ke latihan yang lebih intens.

Sebaliknya, bila pemulihan belum optimal, rekomendasi akan bergeser ke latihan yang lebih ringan atau kelas pemulihan. Pola seperti ini membuat pilihan latihan terasa lebih proporsional karena tidak memaksakan beban olahraga saat tubuh belum siap.

Pendekatan tersebut juga membantu menjaga keseimbangan antara target kebugaran dan kondisi fisik harian. Pengguna yang sedang bugar tetap bisa memanfaatkan momen untuk latihan yang lebih menantang, sementara pengguna yang lelah tidak dipaksa mengejar intensitas yang terlalu tinggi.

Ultrahuman Ring terus memberi data setelah latihan

Peran Ultrahuman Ring dalam fitur ini cukup sentral karena cincin pintar tersebut menjadi sumber data utama. Model yang disebut sebagai perangkat terbaru adalah Ring Pro, yang dipakai untuk memantau respons tubuh selama aktivitas latihan.

Setelah sesi selesai, cincin akan melacak detak jantung dan durasi latihan. Data itu kemudian kembali dipakai sistem untuk memperbarui prediksi dan rekomendasi berikutnya, sehingga saran latihan bergerak dalam siklus yang terus menyesuaikan diri.

Dengan alur ini, aplikasi tidak hanya berfungsi sebagai katalog video latihan. Perannya juga bergeser menjadi pendamping yang membaca kondisi tubuh, lalu menyesuaikan intensitas agar pengalaman olahraga terasa lebih terukur.

Fitur tambahan berbayar

Dukungan workout Les Mills tidak dibuka sebagai fitur gratis bawaan. Ultrahuman menawarkannya sebagai add-on berbayar dengan harga $11.99 per bulan atau $99.99 per tahun.

Bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem Ultrahuman, fitur ini menambah fungsi cincin pintar dari sekadar pemantau kondisi tubuh menjadi alat yang ikut mengarahkan latihan harian. Integrasi dengan Les Mills sekaligus memperluas pilihan aktivitas, dari sesi intensitas tinggi sampai kelas pemulihan, berdasarkan bacaan recovery yang terus diperbarui.

Source: www.gsmarena.com

Baca Juga

Back to top button