WHO Nilai Risiko Hantavirus di Kapal Pesiar Masih Rendah, Spanyol Siapkan Penanganan Khusus

Spanyol menyiapkan penanganan khusus untuk kapal pesiar MV Hondius setelah kasus hantavirus di kapal itu menarik perhatian internasional. Di tengah kekhawatiran yang muncul, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan risiko kesehatan masyarakat dari peristiwa ini masih relatif rendah.

Kepulauan Canary menjadi lokasi yang dipilih untuk proses bersandar kapal tersebut. Keputusan itu diambil Spanyol berdasarkan hukum internasional dan semangat kemanusiaan, karena kapal berada di sekitar Tanjung Verde.

Setelah tiba, penumpang dan awak akan menjalani pemeriksaan medis. Proses pemindahan juga akan dilakukan melalui fasilitas serta sistem transportasi khusus agar kontak dengan populasi setempat bisa diminimalkan.

Langkah tersebut disusun mengikuti protokol penanganan kasus dan kontak terpadu yang dibuat WHO bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa atau ECDC. Skema ini dirancang untuk melindungi petugas, penumpang, awak kapal, dan masyarakat sekitar selama penanganan berlangsung.

Kasus di MV Hondius tetap menjadi sorotan karena muncul di lingkungan kapal pesiar yang memungkinkan interaksi dekat antarpersona. Meski begitu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa pada tahap ini ancaman terhadap masyarakat umum belum dinilai besar.

Penilaian itu belum berubah meski delapan infeksi sudah terkonfirmasi. Tiga dari delapan kasus tersebut dilaporkan meninggal dunia, sehingga pemantauan tetap dilakukan secara ketat.

Perhatian juga menguat setelah satu kasus tambahan ditemukan pada pasien yang kembali ke Swiss. Konfirmasi laboratorium dari lembaga kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss menyatakan strain yang terdeteksi adalah hantavirus Andes.

WHO menjelaskan hantavirus merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit berat pada manusia. Penularannya terjadi saat seseorang bersentuhan dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, dan dalam situasi yang lebih jarang bisa juga melalui gigitan.

Gejala awalnya sering menyerupai flu dan biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Keluhan yang dapat timbul antara lain demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.

Pada tahap yang lebih berat, penderita dapat mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru terisi cairan. Karena gejalanya bisa berkembang cepat, deteksi dini dan penanganan medis menjadi sangat penting dalam kasus hantavirus.

Situasi di kapal itu memperlihatkan bagaimana penyakit menular di ruang tertutup perlu ditangani dengan cepat dan terkoordinasi lintas negara. Di saat perhatian publik meningkat, otoritas kesehatan tetap menekankan kewaspadaan tanpa melompat pada kepanikan.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button