Indonesia Kirim 22 Atlet Ke Sanya, Tiga Cabang Utama Dikejar Untuk Medali

Indonesia datang ke Asian Beach Games dengan membawa 22 atlet yang diarahkan ke tiga cabang utama. Bola basket 3×3, bola voli pantai, dan panjat tebing menjadi sektor yang dipilih karena dinilai paling realistis untuk membuka peluang medali.

Susunan kontingen ini disiapkan melalui seleksi yang ketat di bawah Komite Olimpiade Indonesia. Krisna Bayu selaku Chef de Mission Indonesia menjelaskan bahwa komposisi atlet juga menyesuaikan dukungan anggaran yang tersedia, sehingga jumlah personel dibatasi tanpa mengurangi kualitas tim yang dikirim.

Arah fokus ditempatkan pada cabang unggulan

Pilihan untuk berkonsentrasi pada tiga nomor itu menunjukkan strategi yang lebih terarah. Indonesia ingin menjaga efektivitas persiapan sekaligus tetap kompetitif saat bersaing dengan negara-negara Asia lain yang juga menargetkan podium.

Dari total 22 atlet, panjat tebing menjadi sektor dengan jumlah terbesar. Cabang ini diperkuat delapan atlet, disusul bola basket 3×3 dengan delapan atlet, lalu bola voli pantai dengan enam atlet.

Basket 3×3 mengandalkan kombinasi putra dan putri

Pada cabang bola basket 3×3, Indonesia menurunkan empat atlet putra dan empat atlet putri. Sektor putra diisi Jonathan Patrick Ale, Ebrahim Lopez Enguio, Jamar Andre Johnson, dan Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady.

Untuk tim putri, Indonesia membawa Kimberley Pierre-Louis, Angelica Jennifer Candra, Diva Intan Nur Fadillah, dan Berlian Yesi Triutari. Komposisi ini disusun untuk menjaga keseimbangan antara tenaga muda dan pengalaman di lapangan.

Pertandingan basket 3×3 akan digelar di Sanya Sports Center Gymnasium. Tim putri lebih dulu tampil pada 25 April melawan Filipina dan Kyrgyzstan, lalu tim putra bertanding pada 26 April menghadapi Mongolia dan Sri Lanka.

Laga lanjutan juga sudah menanti pada 27 April. Sektor putri akan berhadapan dengan Macao, China, sedangkan sektor putra dijadwalkan melawan Malaysia.

Voli pantai kirim tiga pasangan ke Sanya

Cabang bola voli pantai juga masuk dalam daftar andalan Indonesia. Di nomor putra, Indonesia menurunkan Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi, serta Imam Ahmad Faisal dan Fairuz Bayhaqly.

Untuk nomor putri, Indonesia mengandalkan Josephine Selvina Anasthasya Kaize dan Nur Atika Sari. Keduanya disebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai ajang internasional sebelum tampil di Sanya.

Pertandingan voli pantai dijadwalkan berlangsung di Tianya Haijiao Venue Center pada 23 hingga 28 April. Perebutan medali akan digelar pada 29 April, sehingga cabang ini berpotensi memberi kontribusi penting bagi Indonesia.

Panjat tebing jadi tumpuan terbesar

Di sektor panjat tebing, nama Desak Made Rita Kusuma Dewi ikut menjadi sorotan. Ia disebut baru meraih medali emas di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026, sehingga menjadi salah satu andalan dalam rombongan Indonesia.

Selain Desak Made, skuad panjat tebing Indonesia juga berisi Kadek Adi Asih, Antasyafi Robby Al Hilmi, Ramaski Aswin Kristanto, Puja Lestari, Amanda Narda Mutia, Raharjati Nursamsa, dan Aditia Tri Syahria. Para atlet ini dipersiapkan untuk nomor kecepatan yang menjadi fokus utama.

Seluruh nomor panjat tebing akan berlangsung di Tianya Haijiao Venue Cluster. Rangkaian lomba dimulai sejak pembukaan, dengan final dijadwalkan berlangsung pada 28 dan 29 April.

Dengan kekuatan yang terkonsentrasi pada tiga cabang tersebut, Indonesia menempatkan jalan menuju medali pada sektor yang paling menjanjikan. Performa para atlet di nomor unggulan akan menjadi faktor penentu utama selama rangkaian pertandingan di Sanya.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button