Meski Persib Bandung sudah memastikan gelar juara Super League 2025/2026, sorotan terhadap kualitas permainan justru mengarah ke Persija Jakarta. Jordi Amat menilai Macan Kemayoran tetap menunjukkan sepak bola terbaik di liga, meski musim ini tidak berakhir dengan trofi.
Pandangan itu muncul karena Persija menutup kompetisi dengan performa yang kuat dan identitas permainan yang jelas. Tim ibu kota mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin, hasil dari 22 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan.
Jordi melihat Persija bukan sekadar tim yang mengejar angka di klasemen. Menurutnya, ada karakter bermain yang terus terjaga, terutama dalam penguasaan bola dan pendekatan menyerang yang konsisten sepanjang musim.
Bek naturalisasi Timnas Indonesia itu juga menilai hasil akhir Persija memang belum memenuhi target awal. Namun, hal itu tidak menghapus penilaian bahwa kualitas permainan tim tetap layak mendapat apresiasi.
Di mata Jordi, keberhasilan Persija mempertahankan identitas permainan sampai akhir kompetisi menjadi nilai penting. Ia menyebut kerja seluruh elemen tim ikut berperan besar dalam menjaga level performa tersebut tetap tinggi.
Pernyataan itu disampaikan Jordi melalui laman resmi klub, dengan nada bangga terhadap perjuangan yang dijalani tim. Ia menegaskan bahwa Persija tetap memainkan salah satu sepak bola terbaik di Indonesia meski gagal menjadi juara.
Secara statistik, Persija juga tampil sangat kompetitif di dua sisi lapangan. Mereka mencetak 65 gol dan hanya kebobolan 29 kali, catatan yang membuat mereka menjadi tim tertajam ketiga sekaligus memiliki pertahanan terbaik kedua di liga.
Keseimbangan itu memperlihatkan bahwa Persija bukan hanya produktif saat menyerang. Di saat yang sama, mereka juga rapat ketika bertahan dan sulit ditembus lawan.
Peran Jordi sendiri ikut terasa dalam musim pertamanya bersama Persija. Bek berusia 34 tahun itu tidak hanya mengawal lini belakang, tetapi juga menyumbang tiga gol dan satu assist.
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa dirinya terlibat dalam banyak aspek permainan tim. Ia membantu pertahanan, memberi ancaman pada bola mati, dan ikut mendukung alur serangan dari belakang.
Meski gelar juara lepas dari genggaman, Jordi tetap membawa banyak catatan positif dari musim ini. Ia percaya fondasi permainan yang sudah terbentuk bisa menjadi modal penting untuk menghadapi musim berikutnya.
Sikap optimistis itu tercermin dari keyakinannya bahwa Persija akan kembali lebih kuat pada musim depan. Setelah melewati musim yang penuh suka dan duka, Macan Kemayoran dinilai sudah memiliki dasar permainan yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Source: www.suara.com




