Panas Menyergap Jatim Saat 29 Wilayah Tetap Cerah, Suhu Maksimal Tembus 33 Derajat

Masyarakat Jawa Timur masih punya ruang untuk beraktivitas di luar rumah pada Kamis, 7 Mei 2026, tetapi panas siang hari tetap perlu diantisipasi. BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah akan cerah hingga berawan, dengan suhu udara yang di beberapa titik dapat mencapai 33 derajat Celsius.

Kondisi itu membuat cuaca di provinsi ini terlihat cukup stabil, meski tidak sepenuhnya bebas dari perubahan. Dalam masa pancaroba, warga tetap disarankan menyiapkan perlindungan seperti topi, payung, dan jas hujan agar lebih siap menghadapi cuaca yang dapat berganti cepat.

Sebaran cuaca cerah terlihat cukup luas di banyak daerah. Pacitan, Blitar, Kediri, Malang, Bondowoso, Probolinggo, dan Pasuruan diprakirakan berada dalam kondisi cerah, sementara Jember diprediksi cerah berawan.

Di wilayah lain, udara kabur atau kabut/asap berpotensi muncul di Trenggalek, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, dan Mojokerto. Meski begitu, cuaca cerah tetap mendominasi banyak kawasan lain di Jawa Timur.

Daerah yang diprakirakan cerah mencakup Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, dan Kota Surabaya. Untuk kawasan pesisir utara, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kota Madiun diperkirakan mengalami cerah berawan.

Suhu udara secara umum berada pada rentang 15 hingga 33 derajat Celsius. Titik dengan suhu tertinggi diprakirakan terjadi di Sidoarjo, Nganjuk, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kota Mojokerto yang sama-sama dapat menyentuh 33 derajat Celsius.

Di sisi lain, Kota Batu menjadi wilayah dengan udara paling sejuk, yakni 15 hingga 24 derajat Celsius, meski kondisinya diprediksi kabur. Surabaya sendiri diperkirakan cerah dengan suhu 25 hingga 32 derajat Celsius, sehingga warga yang beraktivitas di luar ruang tetap perlu menyesuaikan waktu agar tidak terlalu lama terpapar panas pada pagi hingga siang.

Kelembapan udara di Jawa Timur juga menunjukkan perbedaan yang cukup lebar, dari 42 persen hingga 99 persen. Sidoarjo tercatat memiliki kelembapan terendah pada kisaran 42 hingga 80 persen, sedangkan Trenggalek menunjukkan kelembapan tertinggi hingga 99 persen.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber resmi. Langkah ini penting agar rencana perjalanan, pekerjaan, dan aktivitas harian bisa disesuaikan dengan kondisi yang mungkin berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain.

Source: www.detik.com

Baca Juga

Back to top button