Federico Valverde memilih menanggapi insiden panas dengan Aurélien Tchouameni sebagai bagian dari proses, bukan sebagai konflik yang harus dibesar-besarkan. Gelandang Real Madrid itu menilai pengalaman seperti itu justru berguna untuk membentuk karakter dan kedewasaan seorang pemain.
Sikap tersebut menunjukkan cara Valverde memandang tekanan di level tertinggi. Ia menganggap situasi sulit dalam sepak bola sebagai ujian yang memang harus dilewati, apalagi ketika peran kepemimpinan mulai melekat pada dirinya.
Valverde tidak menutupi bahwa momen itu sempat menyita perhatian. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan dari fans Real Madrid dan klub membuatnya bisa melewati keadaan tersebut dengan lebih tenang.
Dari sudut pandangnya, rintangan kecil di ruang ganti maupun di lapangan bukan akhir dari segalanya. Valverde justru melihatnya sebagai pelajaran yang membantu dirinya memahami tanggung jawab seorang pemimpin dengan lebih baik.
Pemain asal Uruguay itu bahkan percaya pengalaman tersebut akan berdampak pada masa depannya. Ia yakin insiden dengan Tchouameni akan membuatnya menjadi kapten yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan.
Di saat bersamaan, Valverde juga memasuki fase penting bersama Uruguay. Ia datang ke Uruguay pada Selasa, 27/5/2026, untuk bergabung dengan tim nasional jelang Piala Dunia 2026.
Kedatangannya membawa ambisi besar yang sudah ia pegang sejak kecil. Valverde kembali menegaskan mimpinya mengangkat trofi bersama negaranya dan menyebut Piala Dunia sebagai tujuan terbesar dalam karier internasionalnya.
Meski targetnya tinggi, Valverde meminta Uruguay tetap melangkah pelan dan terukur. Ia menilai turnamen sebesar itu harus dijalani tahap demi tahap agar tim tetap fokus pada setiap pertandingan.
Sebagai salah satu kapten di era Marcelo Bielsa, Valverde juga sadar akan beban yang dibawanya di ruang ganti. Ia ingin membantu Uruguay mengulang prestasi bersejarah saat finis keempat di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
“Harapan itu tumbuh bersama kami, dan kami ingin membuat Uruguay bangga lagi,” kata Valverde. Ucapan itu menegaskan bahwa ambisi pribadinya tetap sejalan dengan tujuan tim.
Di tengah persiapan menuju turnamen, Valverde juga menanggapi absennya Nahitan Nández dari daftar pemain Uruguay untuk Piala Dunia 2026. Ia mengaku sedih untuk rekan setimnya, tetapi tetap menghormati keputusan pelatih.
Absennya Nández membuka lagi peluang bagi Valverde untuk dimainkan sebagai bek kanan. Posisi itu bukan hal baru baginya karena ia sudah beberapa kali menjalankannya di level klub.
Namun, Valverde tidak ingin dibatasi oleh satu peran saja. Ia menegaskan siap menjalankan tugas apa pun yang dibutuhkan tim, karena keputusan tetap berada di tangan pelatih.
Source: www.suara.com




