Desil Bansos 2026 Jadi Patokan Baru, Begini Kriteria Masuk Kelompok 1 Sampai 5

Kementerian Sosial menggunakan pembagian desil sebagai acuan utama dalam menentukan siapa yang layak masuk penerima bantuan sosial. Untuk periode bantuan yang mengacu pada data DTSEN, sistem ini diproses oleh Badan Pusat Statistik agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Bagi masyarakat, istilah desil sering menjadi penanda penting karena menunjukkan posisi kesejahteraan keluarga dalam 10 kelompok. Semakin kecil angka desil, semakin besar prioritas bantuan yang diberikan, sebab kondisi ekonomi keluarga dinilai lebih rentan.

Apa yang dinilai dalam desil

Desil tidak hanya melihat besaran pendapatan keluarga. Penilaian juga mencakup jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi rumah, dan aset yang dimiliki.

Dengan gabungan sejumlah indikator itu, pemerintah berupaya membaca kemampuan ekonomi keluarga secara lebih utuh. Hasil pemetaan tersebut kemudian dipakai sebagai dasar untuk menilai kelayakan penerima bantuan sosial.

Siapa yang masuk kelompok desil 1 sampai 5

Dalam skema Kemensos, desil 1 ditempati masyarakat dengan kondisi sangat miskin. Kelompok ini berada pada prioritas tertinggi karena dianggap paling membutuhkan dukungan.

Di atasnya ada desil 2 yang dikategorikan miskin, lalu desil 3 yang masuk kelompok hampir miskin. Setelah itu, desil 4 berada di kategori rentan miskin dan masih termasuk kelompok yang perlu perlindungan sosial.

Desil 5 mulai masuk kelompok ekonomi menengah bawah atau keluarga dengan kondisi finansial pas-pasan. Meski kondisinya lebih baik dibanding empat kelompok sebelumnya, posisi ini belum menandakan keluarga sudah sejahtera.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa desil 1 sampai 5 masih berada dalam rentang kelompok yang rentan. Karena itu, data desil menjadi penting saat pemerintah menentukan bentuk bantuan yang sesuai untuk tiap keluarga.

Program bantuan yang memakai acuan desil

Tidak semua bantuan sosial memakai batas desil yang sama. Setiap program memiliki sasaran berbeda, tergantung tujuan dan tingkat kebutuhan penerimanya.

Keluarga pada desil 1 sampai desil 4 menjadi prioritas untuk Program Keluarga Harapan atau PKH. Kelompok yang sama juga tercakup dalam penerima Program Sembako atau BPNT.

Untuk bantuan jaminan kesehatan, cakupannya lebih luas. Masyarakat dalam desil 1 hingga desil 5 memenuhi kriteria sebagai penerima Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JK.

Pola ini memperlihatkan bahwa satu kelompok desil bisa masuk ke program yang berbeda. Pemerintah menyesuaikan sasaran bantuan dengan tingkat kerentanan dan kebutuhan masing-masing program.

Status desil tidak selalu tetap

Posisi keluarga dalam kelompok desil dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ekonomi. Perubahan juga bisa terjadi setelah ada verifikasi data terbaru di lapangan.

Karena itu, pembaruan data menjadi penting bagi keluarga yang kondisi ekonominya membaik atau justru menurun. Jika tidak diperbarui, status bantuan berisiko tidak lagi sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Cara mengecek status desil secara mandiri

Masyarakat dapat memeriksa status desil melalui internet tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Pengecekan dilakukan lewat laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Setelah laman terbuka, pengguna diminta memasukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang tertera di KTP. Berikutnya, kode verifikasi keamanan yang muncul di layar perlu diisi sebelum menekan tombol “CARI DATA”.

Hasil pencarian akan menampilkan informasi terkait status bantuan. Data yang muncul mencakup kategori desil, jenis bantuan sosial yang diterima, status aktif bantuan, dan periode penyaluran yang sedang berjalan.

Mengapa pengecekan perlu dilakukan berkala

Pemeriksaan berkala membantu masyarakat memastikan data yang tercatat tetap sesuai dengan kondisi terbaru. Langkah ini juga penting karena perubahan kondisi ekonomi dapat mengubah posisi desil keluarga.

Akses online dibuat untuk memudahkan masyarakat memantau status bantuan secara mandiri. Dengan pembaruan data dan pengecekan rutin, penyaluran bantuan diharapkan tetap mengarah pada keluarga yang masuk kategori prioritas.

Baca Juga

Back to top button