Dividen Rp350 Miliar Mengalir Ke Pemegang Saham Garudafood, Laba 2025 Naik 10,1 Persen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Garudafood menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp350.337.208.123 atau Rp9,5 per saham. Keputusan itu muncul setelah perseroan mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan laba bersih naik 10,1 persen menjadi Rp756,2 miliar.

Kinerja tersebut juga didukung oleh kenaikan penjualan bersih yang mencapai Rp13,1 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan Rp12,2 triliun pada 2024. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang, Garudafood tetap menunjukkan bahwa mesin bisnisnya masih bergerak kuat.

Porsi dividen yang dibagikan setara sekitar 50,9 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688.650.503.307. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 20 Mei 2026 bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 6 Mei 2026.

Pembagian laba ini menunjukkan upaya perseroan menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan kebutuhan memperkuat bisnis. Dengan laba yang tetap tumbuh, perusahaan memiliki ruang untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mempertahankan langkah ekspansi yang diperlukan di industri makanan dan minuman.

Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, menyebut capaian tersebut lahir dari sinergi antarunit kerja dan pelaksanaan berbagai inisiatif strategis. Ia juga menilai perseroan mampu memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal pada 2025.

Dorongan terbesar datang dari makanan kemasan

Kontributor utama pertumbuhan Garudafood berasal dari segmen makanan dalam kemasan, yang menyumbang 89,9 persen dari total penjualan. Segmen ini juga tumbuh 9,9 persen secara tahunan dan tetap menjadi fondasi utama bisnis perseroan.

Dominasi lini tersebut menunjukkan bahwa Garudafood masih bertumpu pada produk inti yang sudah akrab di pasar. Pada saat yang sama, posisi yang kuat di kategori utama memberi bantalan penting ketika kondisi permintaan bergerak cepat.

Penjualan di pasar domestik menjadi penopang terbesar lain dengan kontribusi 97,2 persen terhadap total pendapatan bersih. Kinerja dalam negeri itu tumbuh 7,6 persen, ditopang penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas value creation program, dan permintaan yang tetap terjaga terhadap produk perseroan.

Selain makanan kemasan, sejumlah kategori turut memberi tambahan dorongan. Ready to Serve atau RTS, biskuit, serta keju dan susu atau dairy ikut memperkuat posisi Garudafood di pasar makanan dan minuman nasional.

Strategi operasional ikut menjaga laju bisnis

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Garudafood menjalankan langkah operasional dan komersial secara paralel. Inisiatif itu mencakup inovasi produk unggulan baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, dan kolaborasi strategis lintas fungsi.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa kenaikan laba tidak hanya bergantung pada penjualan. Efisiensi proses internal dan kekuatan distribusi juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing di industri barang konsumsi.

Perseroan juga melakukan penyegaran pada jajaran pengawas melalui RUPSLB. E. Maurits Klavert diangkat sebagai Komisaris Independen untuk menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Perubahan itu menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang baik. Hardianto menyampaikan apresiasi atas dedikasi Dorodjatun dan berharap kehadiran E. Maurits Klavert dapat memperkuat fungsi pengawasan perseroan.

Arah Garudafood memasuki 2026

Menatap 2026, Garudafood menyiapkan strategi untuk menangkap peluang dari konsumsi domestik yang diprediksi tumbuh di kisaran 5,0 persen hingga 5,4 persen. Perseroan juga menyiapkan diversifikasi bahan baku dan bahan kemas untuk meredam fluktuasi harga komoditas global.

Di sisi lain, perusahaan akan mempercepat transformasi digital dan memperkuat komitmen keberlanjutan atau ESG. Dengan fundamental keuangan yang kokoh dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, Garudafood berupaya menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan posisinya di industri makanan dan minuman Indonesia.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button