Peluang kerja sama antara DPW PKS Jawa Timur dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya tidak berhenti pada pembahasan sopan santun diplomatik. Pertemuan keduanya justru membuka obrolan yang lebih luas, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Di tengah suasana hangat di rumah dinas Konsul Jenderal Tiongkok di kawasan Pakis, Surabaya, pihak Konsulat Tiongkok juga memberi apresiasi kepada PKS. Partai itu dinilai punya kepedulian sosial tinggi dan sikap toleransi yang kuat.
Dialog yang berangkat dari silaturahim
Kunjungan balasan DPW PKS Jawa Timur ini menjadi tindak lanjut dari silaturahim perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok ke Kantor DPW PKS Jawa Timur pada 30 April 2026. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antarlembaga bisa dibangun lewat pendekatan yang cair dan saling menghargai.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, hadir bersama jajaran pengurus inti. Mereka antara lain Sekretaris DPW Muhamad Syadid, Ketua Bidang Kaderisasi Ahmad Junaidi, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, Bendahara Nonot Suhartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo, serta unsur Komunikasi Digital.
Toleransi jadi perhatian utama
Dalam dialog itu, perhatian besar mengarah pada pandangan Konsulat Tiongkok terhadap PKS. Pihak konsulat menilai PKS sebagai partai yang toleran dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Bagus menjelaskan bahwa PKS memang berbasis massa Islam, tetapi tetap terbuka terhadap keberagaman. Ia mencontohkan adanya kader dan anggota legislatif non-Muslim PKS di sejumlah daerah seperti Bali dan Papua.
Di Papua Pegunungan, kata Bagus, anggota dewan dari PKS bahkan mayoritas non-Muslim. Ia menegaskan bahwa PKS membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
Perhatian pada aksi sosial PKS
Pandangan positif dari pihak Konsulat Tiongkok juga dipengaruhi oleh program-program penanggulangan bencana yang dijalankan PKS di berbagai daerah di Indonesia. Program itu dinilai menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.
Bagi pihak konsulat, langkah-langkah sosial semacam itu menjadi bagian penting dalam membaca karakter sebuah partai. Pada titik ini, relasi antarlembaga tidak lagi sekadar formal, tetapi juga bertumpu pada nilai yang dianggap relevan oleh kedua pihak.
Pendidikan dan teknologi ikut dibahas
Selain isu kebangsaan dan sosial, pertemuan itu membuka pembahasan tentang kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi. Pihak Konsulat Tiongkok menyampaikan adanya peluang beasiswa dari jenjang S1 hingga S3 di Tiongkok.
Mereka juga menjelaskan bahwa banyak universitas di Tiongkok membuka jurusan Bahasa Indonesia. Bagus menuturkan, salah satu staf konsulat bahkan fasih berbahasa Indonesia karena merupakan lulusan jurusan Bahasa Indonesia di Beijing.
PKS Jatim juga mendapat tawaran untuk berkunjung langsung ke Tiongkok. Kunjungan itu direncanakan menjadi kesempatan melihat perkembangan teknologi, pendidikan, dan sistem transportasi modern di negara tersebut.
Bagus menilai pertumbuhan teknologi dan literasi di Tiongkok berjalan sangat pesat. Ia berharap komunikasi yang sudah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat Jawa Timur.
Source: jatim.pks.id




