Enam Laga Terakhir Jadi Ujian Persijap, Mario Lemos Bidik Bertahan Di Liga Superleague

Persijap Jepara belum memberi ruang bagi rasa aman meski keberadaan mereka di papan bawah mulai sedikit membaik. Kemenangan 2-0 atas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim membuat Laskar Kalinyamat terus menjaga peluang bertahan di Liga Superleague 2025/2026, sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi tujuh pertandingan.

Hasil itu juga mengangkat Persijap ke posisi 13 klasemen sementara dengan 28 poin. Namun, jarak yang belum benar-benar jauh dari zona merah membuat tim asal Jepara masih harus menatap setiap laga sisa dengan fokus penuh.

Modal yang mulai terbentuk

Rangkaian hasil tanpa kalah menjadi modal penting bagi Persijap dalam fase krusial musim ini. Meski begitu, posisi mereka belum sepenuhnya aman karena persaingan di papan bawah masih sangat rapat dan selisih angka antartim bisa berubah dalam hitungan satu pertandingan.

Situasi tersebut membuat stabilitas permainan menjadi kebutuhan utama. Persijap tidak cukup hanya mengandalkan tren positif, melainkan juga harus menjaga konsistensi saat menghadapi lawan dengan karakter yang berbeda-beda.

Saat melawan Semen Padang, Persijap sempat menemui perlawanan ketat. Tuan rumah tampil agresif dan bertahan rapat pada awal laga, sehingga tim asuhan Mario Lemos perlu waktu untuk menemukan kendali permainan.

Peran perubahan di babak kedua

Pertandingan itu juga sempat membuat Persijap kehilangan keseimbangan di lini tengah setelah unggul 2-0. Untuk meredam situasi tersebut, Mario Lemos mengambil langkah cepat dengan melakukan empat pergantian pemain sekaligus.

Langkah itu membantu Persijap menstabilkan tempo permainan. Semen Padang yang berupaya mengejar ketertinggalan kemudian berhasil dijaga agar tidak berkembang lebih jauh, sehingga keunggulan Persijap tetap aman hingga akhir laga.

Lemos menilai duel itu tidak berjalan mudah. Kendati hasil akhirnya meyakinkan, timnya tetap harus bekerja keras untuk mempertahankan kontrol pertandingan di fase-fase tertentu.

Laga sisa jadi penentu nasib

Setelah pekan ke-28, catatan Persijap tercatat sebagai tujuh kemenangan, tujuh imbang, dan 14 kekalahan. Jumlah itu menghasilkan 28 poin, angka yang menunjukkan perjalanan mereka masih naik-turun meski performa terakhir memperlihatkan arah yang lebih baik.

Karena itulah, enam pertandingan terakhir mendapat sorotan besar. Mario Lemos menempatkannya sebagai fase paling menentukan dalam usaha Persijap menjaga tempat di Liga Superleague musim depan.

Dari enam laga tersebut, empat akan dimainkan di kandang sendiri dan dua lainnya dijalani tandang. Komposisi itu memberi peluang bagi Persijap untuk memaksimalkan dukungan publik Jepara, tetapi tantangan tetap besar karena ada tiga tim papan atas dalam daftar lawan yang harus dihadapi.

Berikut enam laga tersisa Persijap Jepara:

  1. PSBS Biak, Jumat, 24/4
  2. Dewa United, Rabu, 29/4
  3. Persija Jakarta, Senin, 4/5
  4. Persita Tangerang, Minggu, 10/5
  5. Borneo FC, Minggu, 17/5
  6. Persib Bandung, Sabtu, 23/5

Peluang di rumah sendiri

Empat laga kandang menjadi kesempatan paling nyata untuk menambah poin penting. Dalam kondisi klasemen yang padat, hasil di kandang bisa sangat menentukan posisi akhir Persijap dan membuka jalan untuk tetap bertahan di kasta tertinggi.

Namun, Lemos tetap dituntut menjaga timnya agar tidak terjebak pada rasa percaya diri berlebihan. Catatan tujuh laga tanpa kalah memang memberi dorongan, tetapi setiap pertandingan berikutnya tetap memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan harus dihadapi satu per satu.

Dengan lawan-lawan yang sudah menunggu hingga akhir kompetisi, Persijap kini berada pada jalur yang sedikit lebih baik. Meski begitu, enam laga terakhir akan menjadi ujian paling berat untuk memastikan Laskar Kalinyamat benar-benar aman dari ancaman zona merah.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button