Penyaluran 4.116 paket sembako di Brebes menjelang Idul Adha 1447 Hijriah menjadi penanda bahwa bantuan sosial masih dipasang sebagai pelindung utama bagi warga yang paling rentan. Pemerintah daerah menegaskan, bantuan semacam ini hanya akan berarti jika benar-benar sampai ke keluarga yang membutuhkan.
Program Jaring Pengaman Sosial Wareg Sedoyo atau Wardoyo Tahap I Tahun 2026 itu menyasar warga kurang mampu di sepuluh kecamatan. Penyaluran dilakukan selama dua hari, yakni Minggu (24/5/2026) dan Senin (25/5/2026), dengan pembagian wilayah yang dipisah antara Brebes utara-tengah dan Brebes selatan.
Di wilayah utara dan tengah, penyaluran dipusatkan di Kecamatan Tanjung. Bantuan itu menjangkau Tanjung, Losari, Bulakamba, Brebes, dan Wanasari dengan total 2.056 paket pada hari pertama.
Sehari setelahnya, distribusi berlanjut ke Brebes selatan melalui Kecamatan Paguyangan. Pada tahap ini, sebanyak 2.060 paket sembako disalurkan untuk Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, dan Sirampog.
Data jadi penentu agar bantuan tidak meleset
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baehaqi, menyebut pembagian paket disusun dengan acuan data yang sudah divalidasi. Pemerintah daerah menempatkan ketepatan sasaran sebagai hal utama agar bantuan tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar meringankan beban hidup warga.
Alokasi di tiap kecamatan dibuat sekitar 412 penerima manfaat. Wanasari menjadi pengecualian karena hanya menerima 408 paket sesuai data yang tersedia.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, juga menyoroti pentingnya penyaluran yang tepat. Ia menilai bantuan akan sangat berguna bila diterima warga yang membutuhkan, tetapi nilainya akan hilang jika jatuh ke tangan pihak yang mampu.
Penyerahan simbolis di dua titik
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes, Subandi, menyerahkan bantuan secara simbolis di Aula Kecamatan Tanjung pada Minggu (24/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia membawa pesan tertulis Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bahwa pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang merasa tertinggal saat menghadapi kesulitan hidup.
Subandi menyebut jaring pengaman sosial tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat kecil. Ia berharap paket sembako itu bisa membantu kebutuhan harian keluarga penerima manfaat dan membawa keberkahan.
Di Kecamatan Paguyangan, Wurja memimpin langsung penyerahan bantuan untuk wilayah selatan pada Senin (25/5/2026). Ia menempatkan Program Wardoyo sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada warga yang membutuhkan, terutama menjelang Idul Adha.
Isi paket dan respons penerima
Paket yang disalurkan melalui Dinas Sosial berisi beras, minyak goreng, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Paket itu nantinya akan dilengkapi dengan daging.
Respons warga di lokasi pembagian terlihat positif karena bantuan tersebut dinilai dapat membantu kebutuhan rumah tangga. Salah satu penerima, Umairoh, warga Desa Sengon yang menerima bantuan di Aula Kecamatan Tanjung, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Brebes atas perhatian kepada masyarakat kecil.
Pemkab Brebes juga menyatakan komitmen untuk menata ulang sistem pendataan agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. Di saat yang sama, Wurja mengimbau warga memanfaatkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana bagi anak lulusan SMA yang terkendala biaya.
Langkah itu menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif. Di Brebes, jaring pengaman sosial dan dorongan pendidikan diposisikan berjalan beriringan untuk membantu keluarga kurang mampu menghadapi tekanan hidup.





