Selama periode pekerjaan berlangsung, sandar kapal di Pelabuhan Penyeberangan Penajam akan dialihkan ke dermaga yang masih beroperasi. Pengaturan ini disiapkan agar arus layanan tetap berjalan, meski dua fasilitas utama harus bergantian masuk jadwal rehabilitasi.
PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah penutupan sementara operasional di pelabuhan yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, itu untuk mendukung pemeliharaan dan peningkatan fasilitas. Perusahaan menempatkan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional sebagai alasan utama di balik pengaturan tersebut.
Fokus pekerjaan dibagi ke dua dermaga yang selama ini menjadi nadi layanan penyeberangan, yakni Dermaga 1 dan Dermaga 2. Skema bergantian dipilih supaya pelayanan kepada pengguna jasa tidak berhenti total saat pekerjaan berlangsung.
Pada tahap pertama, Dermaga 2 ditutup sementara untuk pekerjaan pengecoran Breasting Dolphin nomor 1 dan 2. Setelah itu, giliran Dermaga 1 menjalani rehabilitasi Moveable Bridge 1 agar perbaikan fasilitas bisa berjalan bertahap.
Jadwal pekerjaan sudah dipatok sejak awal. Pekerjaan di Dermaga 2 berlangsung pada 5 hingga 14 Juni 2026, sedangkan pekerjaan di Dermaga 1 dijadwalkan pada 17 Juni hingga 4 Juli 2026.
Pengaturan operasional selama masa rehabilitasi akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh penyelenggara pelabuhan dan operator kapal. ASDP meminta penyesuaian ini dilakukan agar aktivitas di lapangan tetap tertib dan aman.
Kebijakan penutupan sementara itu disampaikan lewat surat ASDP bernomor UM.003/00231/VI/ASDP-BPP/2026 tertanggal 01 Juni 2026. Dokumen tersebut ditandatangani General Manager Balikpapan, Muhammad Ramadhani Hadi Saputra.
Surat itu juga dikirim ke sejumlah pihak terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Balikpapan serta BPTD Kelas II Kaltim. Melalui pemberitahuan tersebut, pihak-pihak yang terlibat diharapkan bisa menyesuaikan langkah di lapangan lebih cepat.
ASDP menegaskan seluruh operator kapal dan pihak terkait perlu menyesuaikan pola operasi serta jadwal pelayaran selama rehabilitasi berlangsung. Perusahaan juga menilai kerja sama semua pihak dibutuhkan supaya pekerjaan bisa selesai sesuai target dan layanan kepada pengguna jasa tetap berlangsung secara optimal.
Source: mediaindonesia.com




