Stok Qurban Kalsel Naik Jadi 23 Ribu Ekor, Pengawasan Dimulai Sejak Mei demi Daging Aman

Kalimantan Selatan menyiapkan pasokan qurban lebih besar dari kebutuhan yang diperkirakan untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah proyeksi kebutuhan sekitar 17 ribu ekor, stok yang disiapkan ditambah menjadi 23 ribu ekor agar distribusi tetap aman dan pasokan tidak terganggu.

Langkah itu dibarengi pengawasan kesehatan hewan yang diperketat sejak awal. Pemerintah provinsi menurunkan tim pemantauan, pengawasan, dan pemeriksaan kesehatan hewan qurban mulai bulan Mei 2026 untuk memastikan hewan yang beredar layak konsumsi.

Pemeriksaan dilakukan di seluruh daerah

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi, mengatakan pemantauan sudah dimulai lebih awal di 13 kabupaten/kota. Pemeriksaan itu melibatkan organisasi profesi dokter hewan serta dukungan unit teknis Kementerian Pertanian.

Koordinasi juga berjalan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Kalsel. Selain itu, dukungan datang dari UPT Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pengawasan tersebut diarahkan agar daging qurban yang sampai ke masyarakat berada dalam kondisi aman. Karena itu, setiap hewan yang masuk tetap harus melewati pemeriksaan kesehatan sebelum didistribusikan.

Sapi masih menjadi pasokan utama

Dari seluruh hewan qurban yang disiapkan, sapi tetap menjadi komoditas yang paling banyak tersedia. Sebagian pasokan masih bergantung pada kiriman dari luar daerah, terutama dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi.

Kondisi itu menunjukkan kebutuhan qurban di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya ditopang oleh produksi lokal. Meski begitu, alur masuk hewan tetap diawasi ketat sebelum sampai ke titik distribusi.

Penambahan stok menjadi 23 ribu ekor memberi ruang yang lebih longgar bagi daerah untuk menjaga kecukupan pasokan. Pemerintah daerah menempatkan pengawasan kesehatan sebagai syarat utama agar suplai yang tersedia tidak hanya cukup, tetapi juga aman bagi masyarakat.

Bantuan Presiden dibagikan ke daerah

Usai sholat Idul Adha, Gubernur Kalsel Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menyerahkan bantuan sapi qurban secara simbolis. Bantuan itu ditujukan untuk provinsi serta 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Total bantuan yang disalurkan mencapai 15 ekor sapi dari Presiden RI. Hewan yang dibagikan merupakan jenis Limousin dan Simmental Cross dengan bobot antara 800 kilogram hingga lebih dari satu ton.

Sapi bantuan tersebut berasal dari peternakan di berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Penyerahan dipusatkan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.

Distribusi diarahkan merata

Kabupaten Barito Kuala menerima dua ekor sapi dari bantuan tersebut. Salah satunya diperuntukkan bagi komunitas masyarakat asal Bali di kampung Bali.

Muhidin menyampaikan terima kasih atas bantuan sapi qurban dari Presiden Prabowo kepada masyarakat Kalsel. Pemerintah daerah menegaskan distribusi hewan qurban akan terus diarahkan agar merata dan sesuai kebutuhan tiap wilayah.

Di tengah kebutuhan yang besar dan pasokan yang sebagian masih datang dari luar daerah, pengawasan kesehatan tetap menjadi penentu utama. Pemerintah berharap hewan qurban yang beredar di Kalimantan Selatan memenuhi standar aman saat diterima masyarakat.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button