Perjalanan haji dari Embarkasi Banda Aceh kembali bergerak ke tahap berikutnya saat 393 jemaah kloter 7 diberangkatkan menuju Arab Saudi. Rombongan ini langsung masuk ke rangkaian ibadah dengan skema Haji Tamattu dan akan melaksanakan umrah wajib setibanya di Mekkah.
Penerbangan jemaah berlangsung pada Selasa siang dan lepas landas sekitar pukul 11.40 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada sore hari pukul 16.00 waktu setempat.
Komposisi kloter 7 didominasi jemaah asal Kabupaten Aceh Timur yang mencapai 246 orang. Dari Kabupaten Pidie ada 139 jemaah, sementara masing-masing satu orang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Utara.
Rombongan ini juga diperkuat oleh 4 petugas kloter dan 2 Petugas Haji Daerah. Dari total 393 jemaah, terdapat 149 laki-laki dan 238 perempuan yang ikut dalam penerbangan tersebut.
Perbedaan usia di dalam satu kloter juga cukup menonjol. Rizqi Julungan Khaliq tercatat sebagai jemaah termuda dengan usia 21 tahun, sedangkan Muhammad Main Bansu asal Aceh Timur menjadi jemaah tertua berusia 95 tahun.
Kondisi itu membuat petugas menekankan pentingnya menjaga stamina selama perjalanan dan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Abdullah AR, Petugas Penyelenggara Haji Aceh yang bertugas di kloter 7, meminta jemaah tetap fokus beribadah dan tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu.
Setibanya di Mekkah, para jemaah akan langsung menunaikan umrah wajib lebih dulu. Setelah itu, mereka akan melanjutkan tahapan ibadah haji berikutnya sesuai rangkaian Haji Tamattu.
Selama berada di Mekkah, jemaah kloter 7 akan ditempatkan di Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz. Setelah dari Mekkah, mereka juga dijadwalkan menempati Grand Zower Hotel saat berada di Madinah.
Dengan keberangkatan kloter 7, jumlah jemaah haji asal Aceh yang sudah bertolak ke Tanah Suci sejak kloter pertama pada 5 Mei mencapai 2.352 orang. Dari total itu, 952 merupakan jemaah laki-laki dan 1.400 jemaah perempuan.
Hingga kloter 7 diberangkatkan, proses keberangkatan melalui Embarkasi Banda Aceh masih berjalan lancar dan sesuai jadwal yang ditetapkan otoritas penyelenggara haji. Kelancaran itu menjadi bagian dari layanan bagi jemaah Aceh yang terus melangkah menuju rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Source: mediaindonesia.com




