Ribuan bantuan sosial disalurkan kepada warga di hunian sementara Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, saat Tri Tito Karnavian turun langsung ke lokasi. Kehadiran bantuan itu tidak hanya menyasar kebutuhan harian, tetapi juga membawa perhatian pada penguatan layanan Posyandu di tingkat masyarakat.
Di lokasi pengungsian, Tri menekankan bahwa layanan Posyandu tidak harus terpaku di dalam gedung. Ia menilai layanan seperti itu perlu lebih dekat dengan warga agar manfaatnya terasa lebih luas, terutama bagi keluarga yang masih tinggal di hunian sementara.
Bantuan yang dibawa mencakup paket sembako, perlengkapan ibadah, alat dapur, peralatan sekolah, camilan anak, dan pakaian. Rinciannya terdiri dari 117 paket sembako, 117 paket perlengkapan ibadah, 117 paket alat dapur, 70 paket sekolah, 100 paket camilan anak, serta 2.618 potong pakaian.
Seluruh bantuan itu diberikan kepada warga yang berada di lokasi pengungsian. Kehadiran paket-paket tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan dasar yang masih mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Tri juga menggunakan kesempatan itu untuk menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Ia mengaitkannya dengan visi Indonesia Emas 2045 dan menyebut bahwa persiapan generasi unggul perlu dimulai dari perencanaan keluarga yang matang.
Menurut dia, kesehatan, gizi, dan pendidikan sejak dini menjadi hal penting untuk membentuk anak yang siap bersaing di masa depan. Ia juga mengingatkan bahwa puncak bonus demografi pada 2045 akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia.
Tri meminta keluarga untuk tidak sekadar mengikuti arus, melainkan memikirkan kesejahteraan anak sejak awal. Ia menekankan perlunya perencanaan hidup yang layak agar anak memiliki masa depan yang lebih baik.
Selain bantuan langsung, Tri mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman produktif seperti cabai dan sayuran. Langkah ini dinilai bisa memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membantu menekan pengeluaran harian.
Ia juga berharap ada pendampingan dari penyuluh agar warga dapat bercocok tanam dengan baik. Tri menilai penanaman palawija di pekarangan dapat membantu mengurangi belanja dapur rutin, terutama untuk kebutuhan seperti cabai.
Acara penyaluran bantuan itu turut dihadiri jajaran pengurus TP Posyandu tingkat provinsi hingga kabupaten serta perangkat desa setempat. Kehadiran mereka menunjukkan adanya dukungan bersama dalam memperkuat layanan sosial dan peran Posyandu di Aceh Utara.





